Kisah Noni Belanda, Penghuni Gaib di Rumah Tua Cimanggis

Rumah Tua Cimanggis (Istimewa)
Rumah Tua Cimanggis (Istimewa)

DepokToday- Usai ditetapkan sebagai situs cagar budaya, kondisi gedung peninggalan Gubernur VOC ke-29, Jenderal Albertus van Der Parra atau yang biasa disebut Rumah Tua Cimanggis, Depok mulai terlihat lebih baik.

Padahal sebelumnya, bangunan yang diperkirakan berdiri sejak tahun 1775-1778 itu terbengkalai, dan nyaris punah.

Adalah Ketua Umum Depok Herittage Community, Ratu Farah Diba, satu dari sekian peneiliti dan sejawan asal Depok yang memperjuangkan situs bersejarah tersebut.

Dan apa yang dilakukan wanita berhijab itu kini mulai membuahkan hasil. Bangunan dengan luas sekira 1000 meter persegi itu saat ini telah bisa dinikmati oleh banyak pihak, tanpa harus takut roboh.

Tak hanya itu, ilalang dan rimbunnya pohon yang tadinya menutupi bangunan pun kini telah bersih.

Baca Juga: Tanjakan Keramat, Jalan Bernuansa Mistis di Perbatasan Depok

Farah menjelaskan, rumah tua ini memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi.

Ketua Umum Depok Herittage Community, Ratu Farah Diba di rumah tua Cimanggis peninggalan Gubernur Gubernur VOC ke-29, Jenderal Albertus van Der Parra. (DepokToday.com)
Ketua Umum Depok Herittage Community, Ratu Farah Diba di rumah tua Cimanggis peninggalan Gubernur Gubernur VOC ke-29, Jenderal Albertus van Der Parra. (DepokToday.com)

Sama seperti sejumlah bangunan tua pada umumnya, bangunan yang disebut Landhuis Tjimanggis bij Buitenzorg itu pun kerap diidentikan dengan hal-hal mistik.

Bahkan, warga sekitar kerap menyebutnya dengan sebutan rumah Mak Lampir. Itu lantaran banyak yang mengaku pernah melihat sosok makhlus halus di dalam rumah tua tak berpenghuni tersebut.

Penampakan Noni Belanda di Rumah Tua Cimanggis

Dilansir dari genpi.co, Nenek Fauzi, salah seorang pensiunan karyawan RRI yang masih tetap tinggal di sekitar kawasan tersebut mengatakan, bahwa benar atau tidaknya keangkeran Landhuis Tjimanggis bij Buitenzorg tergantung pada pribadi masing-masing.

“Itu masing-masing aja,” katanya dikutip pada Jumat 20 Agustus 2021.

Namun demikian, menurut Nenek Fauzi, memang banyak yang pernah melihat kemunculan makhluk halus di gedung tua itu.

Akan tetapi, kemunculan mereka tidak lebih hanya ingin menampakkan diri, tidak ada niat mengganggu. Terlebih ketika orang yang datang ke Rumah Tua Cimanggis berniat baik dan berperilaku sopan.

Rumah peninggalan Belanda (Istimewa)
Rumah peninggalan Belanda (Istimewa)

Sosok yang kerap menampakan diri di Landhuis Tjimanggis bij Buitenzorg, menurut Nenek Fauzi, mayoritas adalah sosok orang asing.

Salah satu yang kerap sekali menampakkan diri kepada Nenek Fauzi adalah sosok Noni Belanda.

“Noni itu paling yang sering muncul. Dia tinggi, cantik, berambut pirang, tetapi tidak memakai gaun putih, ya,” katanya.

Baca Juga: Misteri Potongan Kaki di Situ Pengarengan Depok, Ini Sosoknya

Selain Noni Belanda, sosok lain yang sesekali sering mucul adalah potongan kepala orang Belanda, sosok hitam betubuh besar, dan pocong.

Bahkan berdasarkan kisah Nenek Fauzi, pernah ada tiga orang pelajar, yang tanpa izin tiba-tiba masuk kedalam bangunan Landhuis Tjimanggis bij Buitenzorg.

Tidak hanya masuk, ketiganya juga berteriak dan tertawa-tawa di dalam bangunan itu.

Tak bersalang lama, dua orang pelajar ditemukan sudah tak sadarkan diri, sedangkan yang satu ditemukan dalam kondisi tidak dapat berbicara dan bergerak.

“Di sini itu memang harus sopan. Intinya harus saling menghargai,” katanya. (rul/*)

Baca Juga: Rumah Mewah Albertus van Der Parra, Jejak Gubernur VOC di Tanah Depok