Kisah Klenik Warnai Pilkada Kota Depok

ROMANTIS : Imam Budi Hartono bersama isterinya Etty Maryati Salim. (istimewa)

MARGONDA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok, tidak hanya diwarnai adu program janji kampanye kedua pasangan calon (Paslon), yakni Pradi Supriatna bersama Afifah Alia, maupun Mohammad Idris bersama Imam Budi Hartono. Namun, kisah klenik mewarnai pertarungan Pilkada tahun ini, seperti yang dialami istri dari Imam Budi Hartono.

Imam Budi Hartono membenarkan bahwa istrinya, yakni Etty Maryati Salim mengalami kejadian mistis gendam atau guna-guna. Kisah itu berawal pada Senin 9 November 2020 saat melakukan kampanye di RT5/RW5, Kelurahan Pangkalanjati Baru, Kecamatan Cinere.

“Iya benar, Alhamdulillah sudah membaik walau masih lemas dan trauma,” ujar Imam, Selasa 10 November 2020.

Imam mengungkapkan, pada saat itu Etty melakukan kampanye di kediaman Ustazah Herawati. Namun saat menyebut nomor urut, istrinya selalu menyebutkan nomor urut lain. Padahal istrinya mengetahui betul bahwa Mohammad Idris bersama Imam Budi Hartono merupakan nomor urut dua pada Pilkada Kota Depok.

Menarik LainnyaBima Arya Berikan Catatan Pada Jelajah Ciliwung

Tidak sampai di situ, sempat istighfar dan meminta jamaah istighfar bersama lalu sambil menangis istrinya meminta maaaf dihadapan jamaah. Namun saat melanjutkan kembali, istrinya memiliki perasaan tidak enak disampaikan kepada jamaah sambil berucap ‘ini bukan saya’.

“Akhirnya istri saya duduk sambil istighfar dan zikir lalu pendampingnya yang mengikuti sosialisasi istri menyarankan mengambil wudhu dan tilawah di dalam rumah,” terang Imam.

Sementara itu, salah seorang saksi yang mengikuti kampanye, Rohimah mengatakan, Etty awalnya melakukan sosialisasi kampanye visi dan misi pasangan Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono. Namun ditengah sosialisasi tersebut, Etty kerap menyebutkan Paslon lain dan bukan suaminya.

“Ummi Etty (sapaan akrabnya) juga tidak dapat menyebutkan nomor urut suaminya,” ucap Rohimah.

Menyadari hal tersebut, Etty menangis dan dirinya bersama peserta lain langsung memberikan air minum dan meminta Etty untuk beristirahat. Saat akan melanjutkan kembali, Etty mengalami hal yang sama sehingga dibawa ke kamar untuk beristirahat.

Tidak lama berselang, kejadian lain mengejutkan peserta yang hadir, yakni mati listrik. Bahkan pada saat kejadian, terdapat Panwascam dari Bawaslu Kota Depok, namun dia tidak dapat memastikan Panwascam mengetahui atau tidak kejadian tersebut.

Kejadian lainpun tidak kalah aneh. Saat Etty minta diantar pulang, bukan menyebutkan rumahnya, dan hal itu tetap terjadi saat salah satu peserta membacakan doa berusaha mengobati Etty.

“Saat diobati dengan dibacakan doa, Ummi Etty masih menangis sambil meminta diantarkan pulang yang bukan rumahnya.” (iky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here