Kisah Bang Aziz, Jawara Depok yang Dibayar Rp 15 Juta untuk Berantem 5 Menit

Hendrik Tangke Allo bersama Ajazih Aziz (kanan). (Foto: HTA Channel)
Hendrik Tangke Allo bersama Ajazih Aziz (kanan). (Foto: HTA Channel)

DepokToday- Jika sebutan preman kerap diidentikan dengan dunia kejahatan, namun hal itu tidak demikian bagi seorang Ajazih Aziz. Pria bertubuh kekar yang dikenal sebagai jawara Depok itu justru sebaliknya.

Lantas siapakah sosok yang akrab disapa Bang Aziz ini. Ia adalah Ketua Forkabi Kota Depok. Sebagai seorang jawara, Aziz tentu tak lepas dari sederet pengalaman di dunia hitam.

Rupanya, bakat adu jotosnya itu telah dimulai sejak masih kanak-kanak. Maka tak heran jika di usia remaja Aziz sudah dipercaya sebagai penjaga pasar dan stasiun di sekitaran tempat tinggalnya di wilayah Citayam, Depok.

Baca Juga: Belum Sempat Begituan Sama PSK, Oknum Satpol PP Malah Bengep

Meski identik dengan perkelahian, namun rupanya Bang Aziz sejak dulu sering berbagi, terutama pada mereka yang membutuhkan.

“Dari kecil saya kerja, tapi saya sering berbagi. Saya paling nggak tega ngeliat anak-anak susah. Usia saya waktu itu 14-15 tahun. Makanya saya nggak suka kalau ada orang malam-malam bawa anak kecil buat ngemis,” katanya saat tampil di HTA Channel dan dikutip DepokToday.com pada Rabu 6 Oktober 2021.

Meski sejak remaja sudah akrab dengan kekerasan fisik. Namun demikian, Aziz tak lupa dengan kewajibannya sebagai seorang pelajar.

“Usia remaja sudah nguasai terminal. Zaman itu kan masih sangat susah. Kan kerja saya malam, jam 2 pagi sudah di stasiun. Paginya sekolah. Meski dunia saya keras, saya masih fokus untuk sekolah. Saya ngumpulin duit dari situ (jaga pasar dan stasiun) buat nyantunin anak yatim.”

Baca Juga: Kasus Cabulnya Diangkat Jadi Film, Wajah Bonyok Reynhard Jadi Sorotan

Usut punya usut, rupanya Ajazih Aziz memiliki kedekatan dengan Hercules, mantan preman yang cukup disegani di negeri ini. Keduanya bersahabat sejak dulu dan bahkan mereka sering terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, utamanya santunan anak yatim.

“Saya kenal dekat sama Hercules, waktu santunan juga dia ikut. Saya banyak belajar sama dia,” katanya dalam video berjudul Sang Jawara jadi DKM Masjid itu.

Baca Juga: Ketika Hercules Masuk Islam dan Diangkat Jadi Adik Habib Luthfi

“Dari remaja sudah begitu (berantem terus). Dulu single fighter. Saya sama Hercules bisa dibilang satu badan, satu sakit semua sakit,” sambungnya.

Aziz, Jawara Depok yang Dibayar Buat Berantem 5 Menit

Ketika masih duduk di bangku SMP, Aziz hampir setiap harinya terlibat perkelahian. Karena dianggap sering buat masalah, maka ia dan tiga temannya punya julukan RJB alias raja badung.

Di balik sederet kisah kelam itu, Bang Aziz mengaku ada satu cerita yang cukup membekas dibenaknya. Ia pernah disuruh berantem 5 menit dengan bayaran Rp 15 juta saat masih muda dulu.

“Saya dibayar buat berantem 5 menit. Dibayar Rp 15 juta. Dibacokinnya sampai setengah jam. Cape juga waktu itu,” ujarnya.

Tapi ajaibnya, pria yang telah memiliki cucu itu nyatanya hingga kini masih sehat.

Mantan Preman yang Bawa Anak Buah Umroh

Namun kini semua itu tinggal cerita. Aziz sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk beribadah. Ia bahkan saat ini dipercaya sebagai Ketua Dewan Kemakmuran Masjid atau DKM di Kota Depok.

Tak hanya itu, Aziz bahkan mengaku dirinya telah seringkali mengajak anak buahnya untuk berangkat umroh.

“Sekarang saya berangkatin umroh semua anak buah. Yang tadinya tukang mabuk setelah pulang umroh jadi berubah. Sekarag mereka minimal kalau lihat masjid nggak cuek lagi, ada rem.”

Baca Juga: Begal Kembali Berulah di Depok: Jarah Handphone, SIM Hingga STNK

Aziz mengaku ada sekira 20 pengikutnya yang sudah pernah beribadah di tanah suci Mekah.

“Sekarang target saya ada sekitar 7 DKM masjid yang ingin saya berangkatkan umroh ke tanah suci,” ujarnya.

Selain memiliki jiwa sosial yang cukup tinggi, pria berambut gondrong itu juga punya tujuan yang cukup mulia. Ia ingin Kota Depok kondusif, dan tak membeda-bedakan golongan.

“Saya inginnya semua bersatu. Saya ingin merangkul semua biar Kota Depok kondusif,” ujarnya.

“Sekarang nggak boleh ada preman mungutin pungli di pasar. Tukang dagang hanya boleh sumbang sukarela untuk santunan rutin di Pasar Citayam. Jadi dari dia untuk dia. Nggak ada lagi preman-preman di sana,” timpalnya lagi. (rul/*)