Ketika Tim Jaguar Ditantang Duel Hingga Dikerjai Gerombolan Pemabuk

Tim Jaguar Polres Metro Depok (Foto: Istimewa)
Tim Jaguar Polres Metro Depok (Foto: Istimewa)

DepokToday- Kepala Tim Jaguar Polres Metro Depok, Iptu Winam Agus menegaskan, pihaknya siap membubarkan diri mengikuti arahan pimpinan, dalam hal ini Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran.

“Perintah pimpinan harus dilaksanakan. Satya Haprabu (setia pada pimpinan),” katanya dikutip DepokToday.com pada Senin 1 November 2021.

Nah, selama sekira tujuh tahun eksis sebagai penjaga Kota Depok, pria yang akrab disapa Winam itu tak menampik, pihaknya banyak mendapat pengalaman berharga. Bahkan, tak jarang tugasnya tersebut harus bersinggungan dengan maut.

Namun ia mengklaim, selama ini hampir semua persoalan bisa diselesaikan dengan cara baik, tanpa harus adu kekuatan.

“Kami senang kalau tugas di keributan massal, ribut antar ormas atau antar geng motor, karena kami bisa atasi,” tuturnya.

“Anggota ormas segan dengan kehadiran kami, sehingga tidak mau ribut lagi karena kami kedepankan persuasif, humanis. Selama mereka bisa kami ajak dialog,” sambungnya.

Baca Juga: Dibubarkan Kapolda, Tim Jaguar Malah Lakukan Ini, Auto Dibela Netizen

Winam menegaskan, untuk geng motor tentu penanganannya berbeda karena meresahkan banyak orang.

“Kalau geng motor harus kita amankan karena mereka membahayakan dirinya, maupun masyarakat. Mereka (geng motor) selalu bawa-bawa senjata tajam,” ujarnya.

Tim Jaguar Dikerjai Pemabuk

Lebih lanjut Winam mengaku, sebagai petugas lapangan yang kerap berhadapan langsung dengan pelaku kriminal, Tim Jaguar tentu tak luput dari incaran kejahatan. Bahkan ia pernah ditantang duel.

“Kita pernah ditantang berantem, tapi tidak kita ladeni, untuk apa? Pasti nanti timbul masalah baru yang tidak mungkin membenarkan tindakan kita.”

Baca Juga: Wamen Sebut Depok Jadi Kota Paling Berpolusi di Indonesia, DKI Lewat

Selain itu, ia dan tim juga pernah membubarkan kelompok pemuda yang sedang melakukan pesta minuman keras. Pelaku yang tak terima kemudian mengerjai motor patroli pasukan khusus tersebut.

Ketika sebagian dari mereka berulah, Tim Jaguar sedang sibuk menangani sejumlah pemuda mabuk tersebut.

“Saat kita akan melanjutkan patroli, kunci motor kita tidak ada semua. Kelompok tersebut sudah pergi bubar. Kami duga kelompok itulah yang buang kunci motor kami, karena mungkin tidak terima dengan cara penanganan kita dan banyak lagi kisah lainnya.” (rul/*)