Ketika Tentara Taliban Main Bom-bom Car, Begini Aksinya

Tentara Taliban (Istimewa)
Tentara Taliban (Istimewa)

DepokToday- Di balik kabar tangguhnya tentara Taliban yang berhasil menguasai Afghanistan, ada kisah menggelitik yang terungkap. Itu terlihat ketika mereka menjajal wahana bom-bom car.

Aksi para tentara Taliban menguasai wahana permainan anak-anak tersebut, ramai di postingan akun media sosial twitter. Dalam foto yang diunggah terlihat anggota Taliban bersenjata itu menikmati wahana tersebut pada Selasa, 17 Agustus 2021.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, video viral tersebut mendapat perhatian para netizen, dimana anggota Taliban tersebut mengendarai mobil bemper atau bom-bm car sambil menggendong senjata dan tertawa bahagia.

Jubir Taliban Suhail Shaheen ucapkan selamat HUT Ke-76 untuk Indonesia. Foto AFP via Suara.com
Jubir Taliban Suhail Shaheen ucapkan selamat HUT Ke-76 untuk Indonesia. Foto AFP via Suara.com

Kemunculan video lain yang diposting Mediavenir, Outlet Media Prancis menyebut jika para tentara taliban tengah mengendarai komidi putar dan dikutip pada Jumat 20 Agustus 2021.

Banyak potret dan video yang muncul atas aksi para tentara taliban yang ditakuti warga Afghanistan.

“Pembaruan: Taliban kini telah mengambil alih mobil bemper,” cuit akun @Super70sSports.

“Mencoba menjadi ‘cocok untuk pemerintahan’. Taliban di Afghanistan berolahraga di gym istana kepresidenan,” cuit akun jurnalis @AsaadHannaa.

Jejak Tentara Taliban

Taliban sendiri merupakan kelompok Islam garis keras yang pernah memerintah Afganistasn dari tahun 1996 hingga 2001.

Sayangnya mereka mundur saat mendapat serangan dari Tentara Amerika Serikat buntut dari serangan 9/11 yang membuat malu negara adikuasa tersebut.

Saat itu merupakan pertarungan melawan Al Qaeda, organisasi militan yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kelompok Al Qaeda tersebut dipimpin oleh Osama Bin Laden, yang juga salah satu gerilyawan Taliban.

Baca Juga: Kisah Pilu Pekerja Proyek UIII Depok, Diancam Preman Hingga Trauma

Dua dekade kemudian, AS dan NATO mengakhiri operasi militer mereka di Afghanistan. Namun, kelompok Taliban dengan cepat bergerak maju, merebut kota-kota terbesar di Afghanistan hanya dalam beberapa hari.

Pengambilalihan Kabul, ibu kota Afghanistan secara tiba-tiba, menyebabkan ribuan orang putus asa dan mengungsi ke bandara untuk pergi dari negara tersebut. Beberapa warga tewas dalam peristiwa tersebut.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani juga meninggalkan negara tersebut tanpa melakukan perlawanan, yang secara efektif menyerahkan negara itu kepada Taliban secara cuma-cuma. (rul/*)