Ketika Kalangan Ulama dan Dunia Hiburan Berduka

K.H. Tengku Zulkarnain (kiri) dan Sapri. (Foto-foto: Istimewa)
K.H. Tengku Zulkarnain (kiri) dan Sapri. (Foto-foto: Istimewa)

DEPOK—Hari Senin, 10 Mei 2021 (kemarin-red), kabar duka datang dari kalangan ulama dan dunia hiburan tanah air.

Pada hari yang bersamaan itu, K.H. Tengku Zulkarnain, dan Sapri, meninggal dunia. Keduanya meninggal di rumah sakit namun beda wilayah.

Kiai Tengku Zulkarnain wafat di Pekanbaru, Riau, dalam usia 57 tahun. Sedangkan Sapri menghembuskan nafas di Tangerang pada usia 49 tahun.

Dilansir hops.id, Kiai Tengku Zulkarnain yang berprofesi sebagai penceramah, meninggal usai azan Magrib di Rumah Sakit Tabrani, Pekanbaru, Riau. Sebelum meninggal, ia sempat terpapar COVID-19.

“Saya tak menyangka dia secepat itu dipanggil Allah. Dia dipanggil di bulan Ramadan,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H. Cholil Nafis.

Dia menduga K.H. Tengku Zulkarnain terpapar COVID-19 karena aktivitas dan mobilitasnya yang tinggi saat berceramah dan berdakwah.

K.H. Tengku Zulkarnain sebelum meninggal dunia sempat dirawat di rumah sakit sejak delapan hari lalu. Dia masuk ke RS tepatnya pada 2 Mei 2021. Ketika masuk, K.H. Tengku Zulkarnain dinyatakan dalam keadaan stabil.

Pihak rumah sakit membantah kalau ada yang menyebut  K.H. Tengku Zulkarnain memiliki penyakit lain. Dia hanya positif COVID-19 tidak ada penyakit penyerta.

“Beliau dinyatakan positif COVID usai melakukan PCR di RS Tabrani. Ketika itu, dia hendak pulang ke Medan, Sumatera Utara. Beliau rencana besoknya mau pulang ke Medan. Ketahuan positif karena swab mau pulang ke Medan. Jadi swab untuk perjalanan,” ungkap Ian Machyar selaku perwakilan pihak rumah sakit.

“Dirawat di ruang ICU dan kami terus memantau. Tidak ada sakit penyerta, hanya positif (COVID-red) saja,” tambah Ian.

Sapri Pantun

Sementara, Sapri yang berprofesi sebagai komedian, meninggal karena sakit. Komedian yang karib disapa Sapri Pantun tutup usia di Rumah Sakit Sari Asih, Ciledug, Tangerang, Banten, bakda azan Magrib.

“Iya (benar meninggal-red). Habis azan Magrib,” beber Manajer Sapri, Bunda Neneng.

Sebelumnya Sapri memang tengah mendapat perawatan di rumah sakit karena penyakit diabetes.

Kadar gulanya diketahui sangat tinggi, yaitu sempat mencapai 1.000. Sapri kemudian dilarikan ke ICU dan sempat tidak sadarkan diri 2 hari.

Selama menjalani perawatan di RS, sosok Sapri cukup bikin warganet penasaran. Apalagi disebut bahwa ia sempat hidup susah.

Dalam sebuah wawancara, Sapri pernah mengungkit sosok berjasa dalam hidupnya. Ia mengaku sosok inilah yang melejitkan namanya di dunia entertaiment.

“Saya banyak belajar dari Denny Cagur,” ujar Sapri di yooutube OKAY BOS 12 Desember 2019 silam.

Dalam tayangan itu, sambil menangis haru, Sapri menceritakan awal mula dirinya masuk ke dunia entertaiment.

Ia menceritakan awalnya dirinya merupakan karyawan Denny Cagur. “Saya pernah jadi clening servicenya Denny,” ujarnya.

Seminggu tiga kali ia menginap di kantor Denny. “Saya nungguin kantornya, bersihin mobil mereka. Kalau nginep di kantor saya yang jalan di suruh beli makanan,” kenang Sapri.

Bekerja dengan Denny kala itu Sapri dibayar Rp1.500.000 sebulan. “Saya punya cicilan Rp700 ribu, bayar kontrakan Rp300 ribu sering dikasih tambahan Rp50 ribu kalau nyuciiin mobil mereka,” kenangnya.

Sapri mengaku Denny yang menyadarkannya untuk mencoba masuk ke dunia entertaiment, semata-mata karena dirinya punya potensi.

Dirinya kerap ‘diceramahi’ dan diajari cara melawak. “Denny yang cerewetin saya bilang saya harus keluar. Dia ngajarin saya caranya ngelawak,” jelasnya.

Kala itu sambil menangis ia mengenang dirinya yang hidup susah bersama sang istri.

“Abis nikah gak punya apa-apa. Saya sampai jual mas kawin buat beli kompor waktu nikah, karena saya nikah nggak punya apa-apa,” urai Sapri.

(Sumber: Hops.id)