Ketemu Italia di Final, Begini Komentar Juru Taktik Inggris

Gareth Southgate.(Foto: Twitter Euro2020)
Gareth Southgate.(Foto: Twitter Euro2020)

LONDON—Inggris ketemu Italia di final Piala Eropa 2020. Inggris lolos usai mengalahkan Denmark, sedangkan Italia mengandaskan Spanyol lewat adu penalti.

Bertemu Italia, Pelatih Inggris, Gareth Southgate, mengakui punya rintangan besar untuk menjuarai turnamen ini di rumah sendiri.

DIBACA JUGA: Sejarah! Inggris Menembus Babak Final Piala Eropa

Meski begitu, Southgate tidak menampik jika duel Italia lawan Inggris di final hari Minggu nanti sangat dinantikan publik.

“Kami harus menikmati kenyataan bahwa kami berada di final tetapi ada satu lagi rintangan besar yang harus ditaklukkan. Italia adalah tim yang sangat bagus, saya pikir itu beberapa tahun terakhir. Mereka dalam performa yang luar biasa dan memiliki pejuang bertahan yang telah melalui segalanya. Ini adalah pertandingan yang hebat untuk dinanti-nantikan,” kata Southgate dikutip dari uefa.com.

DIBACA JUGA: Eksekusi Penalti Olmo dan Morata Gagal, Italia ke Final Piala Eropa 2020

Mengenai final pertama Inggris dalam kurun waktu 55 tahun, Southgate ingin memenangkannya.

“Final ada untuk dimenangkan. Kami akan berkumpul kembali dan mempersiapkan diri dengan baik. Kami perlu pulih malam ini, butuh banyak fisik dan mental. Italia juga mengalami itu, meskipun mereka memiliki satu hari ekstra untuk pulih,” papar juru taktik usia 50 tahun itu.

Pemain Inggris menyapa pendukungnya di Stadion Wembley.(Foto: Twitter Euro2020)
Pemain Inggris menyapa pendukungnya di Stadion Wembley.(Foto: Twitter Euro2020)

Ihwal pertandingan tadi malam melawan Denmark, Southgate sudah punya keyakinan akan melangkah ke final meski harus melewati perjuangan yang keras.

“Saya merasa kami akan sampai di sana, tetapi saya tahu kami akan memiliki jenis pertarungan yang berbeda. Denmark sangat diremehkan sebagai tim dan mereka menyebabkan banyak masalah bagi kami,” jelasnya.

Harry Kane membobol gawang Denmark yang memanfaatkan bola rebound dari kegagalan eksekusi tendangan penaltinya.(Foto: Twitter England)
Harry Kane membobol gawang Denmark yang memanfaatkan bola rebound dari kegagalan eksekusi tendangan penaltinya.(Foto: Twitter England)

Dalam pertandingan ini, Harry Kane sempat gagal mengeksekusi penalti. Tapi kapten Inggris itu bisa memaksimalkan bola muntah menjadi gol murni setelah gagal diantisipasi kembali oleh kiper Denmark, Kasper Schmeichel.

“Tidak ada yang lebih Anda sukai, tapi dia melawan kiper hebat. Syukurlah itu tidak penting,” ucap Southgate tentang penalti Kane.

Pemain Muda

Pada laga semifinal itu, Inggris menurunkan pemain muda yang berusia 19 tahun 305 hari. Dia adalah Bukayo Saka, pemain termuda yang memulai pertandingan untuk The Three Lions.

“Kami memiliki tiga pertandingan yang tak terlupakan. Kami mengatakan kami ingin menciptakan kenangan bagi bangsa kami. Para pemain muda berpikir selalu seperti ini. Saya baru saja memberi tahu Saka dan Bellingham itu tidak benar-benar berfungsi seperti ini!” Katanya.

(tdr/*)