Kerumunan Warga Depok Ambil Bansos Jadi Sorotan

Sejumlah warga berkerumun ambil bansos di kawasan Bedahan, Sawangan, Depok beberapa waktu lalu. (DepokToday.com)
Sejumlah warga berkerumun ambil bansos di kawasan Bedahan, Sawangan, Depok beberapa waktu lalu. (DepokToday.com)

SAWANGAN- Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah pusat telah disalurkan untuk sejumlah warga di Kota Depok. Tapi sayangnya, hal itu justru menimbulkan kerumunan masa yang berujung pada pelanggaran protokol kesehatan.

Kondisi itu seperti yang terjadi di kawasan RW 07, Kelurahan Bedahan, Sawangan, Sabtu 16 Januari 2021. Di sana terlihat warga berkerumun dan seakan tak khawatir dengan penyebaran COVID-19. Peristiwa ini viral setelah fotonya diunggah ke media sosial.

Baca Juga: Ini Tiga Hakim yang Tangani Kasus Raffi Ahmad

Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Usman Haliyana mengaku menyesalkan kejadian tersebut.

“Sangat disayangkan terjadi kerumuman padahal kami sudah meminta para lurah untuk menghindari kerumunan saat pengambilan bansos,” ujarnya

Terkait hal itu, Usman mengaku telah memanggil Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 dan pihak terkait untuk segera menertibkan warga yang berkerumun.

“Kami sudah berkoordinasi dengan lurah maupun satgas di Kecamatan Sawangan untuk mengatur masyarakat tidak berkerumun,” katanya

Ia menjelaskan, Kota Depok mendapatkan bansos dari Kementerian Sosial sebanyak 148.848 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), senilai Rp 300 ribu per kepala keluarga atau KK. Ia menjamin tidak ada potongan apapun dalam bantuan tersebut.

Untuk menghindari kasus serupa, Usman juga telah meminta kepada lurah agar dilakukan penjadwalan terkait penerima bansos.

“Kami sudah meminta lurah untuk berkoordinasi kepada RT dan RW melakukan penjadwalan sehingga tidak terjadi kerumunan.”

Sementara itu, Lurah Bedahan, Hasan juga mengakui telah terjadi kerumunan penerimaan bansos di RW 07. Namun, ia mengklaim telah bertindak cepat untuk mengatasi hal tersebut.

“Iya tadi sempat berkerumun dan sekarang sudah kami atur sehingga tidak ada pelanggaran prokes (protokol kesehatan) terjadinya kerumunan karena menunggu petugas dari PT Pos yang datang terlambat,” katanya

Hasan menjelaskan, di Kelurahan Bedahan ada peningkatan jumlah penerima bansos, yang tadinya 3.639 KPM, kini ada sebanyak 3.747 KPM.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pengurus lingkungan untuk menjadwal pemanggilan, kami tidak ingin adanya potensi penyebaran COVID-19 dari kerumunan ini,” ujarnya

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Kota Depok masih cukup tinggi. Bahkan berdasarkan situs resmi pemerintah setempat, jumlah terkofirmasi positif sampai dengan hari ini telah mencapai sebanyak 21.453 orang.

Kemudian jumlah pasien aktif 4.204 orang, jumlah pasien sembuh 16.754 dan jumlah pasien meninggal dunia 495 orang. (rul/*)