Keren, Indonesia Bikin Pesawat Tanpa Awak yang Mampu Bawa Rudal

Pesawat tanpa awak buatan Indonesia (Istimewa)
Pesawat tanpa awak buatan Indonesia (Istimewa)

DepokToday- PT Dirgantara Indonesia (PTDI), menargetkan drone atau pesawat tanpa awak produksi dalam negeri bernama Puna Elang Hitam akan meluncur akhir tahun ini.

“Puna Elang Hitam target terbang perdana pada akhir tahun 2021,” kata Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro dikutip dari bumn.go.id pada Selasa 7 September 2021.

Saat ini, kata dia, pihaknya masih terus melakukan penyelesaian prototipe drone. Bersama dengan konsorsium, PTDI juga melanjutkan pengembangan ke tingkatan kombatan sesuai dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo dalam menjaga teritorial Indonesia di area perbatasan.

Elfien menjelaskan, Puna Elang Hitam adalah pesawat tanpa awak yang dapat beroperasi secara otomatis dan memiliki daya tahan terbang 24 jam.

Pengembangan Drone

Alat ini dikembangkan bersama dalam sebuah konsorsium nasional yang melibatkan PTDI sebagai lead integrator, PT Len Industri (Persero), LAPAN, Balitbang Kemhan, Dislitbang AU, Pothan Kemhan RI, BPPT dan ITB.

Ia meyakini, penguasaan teknologi Puna Elang Hitam dapat menjadi sarana bagi kemajuan teknologi pertahanan nasional yang secara bertahap dapat membangun kemandirian industri pertahanan dalam negeri untuk pemenuhan kebutuhan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) bagi TNI.

Hal tersebut dimaksudkan untuk menghasilkan produk drone Male kombatan yang dapat diterima TNI AU sesuai persyaratan operasi dan spesifikasi teknis.

Pesawat Tanpa Awak yang Mampu Bawa Rudal 300 Kg

Target terbang perdana drone atau pesawat tanpa awak ini, ternyata selesai jauh lebih awal. Karena saat dilakukan launching pada Desember 2019, konsorsium menargetkan selesai 2024.

Saat itu, drone ini didesain mampu terbang sejauh 250 kilometer dengan membawa peluru kendali (rudal) seberat 300 kilogram.

Baca Juga: Tim Jaguar Curigai 4 Remaja, Pas Digeledah Ternyata Temukan Benda Ini

Tak hanya itu, pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh ini mampu terbang sejauh 250 km. Beban ini rencananya bisa dipakai untuk kebutuhan militer seperti membawa misil atau rudal.

Pesawat ini memiliki lebar 16 meter, panjang 8,65 meter, dan tinggi 2,6 meter. Saat take off, pesawat bisa menggunakan landasan sepanjang 700 meter. Sedangkan saat mendarat (landing) bisa pada landasan sepanjang 500 meter. (rul/*)