Kerahkan Intelijen, Presiden AS Beberkan Analisis Jakarta Bakal Tenggelam

Ilustrasi Jakarta tenggelam (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Jakarta tenggelam (Foto: Istimewa)

DepokToday- Presiden Amerika Serikat, Joe Biden menyinggung prediksi Jakarta bakal tenggelam ketika berpidato di hadapan para pejabat intelijen Amerika Serikat (AS), di kantor Direktur Intelijen Nasional, belum lama ini.

Dilansir dari Hops.id, jaringan DepokToday.com, pernyataan itu diungkapkan Biden saat membahas soal perubahan iklim sebagai ancaman nyata terhadap Amerika Serikat dan seluruh dunia.

Ia mengatakan bahwa perubahan iklim saat ini membahayakan seluruh negara di dunia.

“Tantangan iklim sudah mempercepat instabilitas di dalam negeri kita dan di seluruh dunia. Cuaca ekstrem semakin sering terjadi dan semakin mematikan, krisis pangan dan air, naiknya permukaan laut, menyebabkan perubahan iklim dan mendorong migrasi besar-besaran yang memiliki risiko fundamental terhadap masyarakat yang paling rentan di dunia,” katanya dikutip pada Sabtu 31 Juli 2021.

Presiden AS, Joe Biden. (Foto: Istimewa)
Presiden AS, Joe Biden. (Foto: Istimewa)

Joe Biden mengingatkan, ketika terpilih sebagai wakil presiden pada 2008, Departemen Pertahanan AS mewanti-wanti bahwa ancaman nasional terbesar adalah perubahan iklim.

“Jika permukaan laut naik dua setengah kaki, maka akan ada jutaan orang bermigrasi, berebut lahan-lahan subur. Kita melihat ini terjadi Afrika Utara,” ujarnya.

Di Afrika Utara bagian tengah, jelas Biden, ribuan Muslim yang hanya berbeda etnis – Arab dan kulit hitam – saling membunuh karena berebut sedikit tanah subur.

“Tetapi apa yang terjadi di Indonesia jika proyeksi yang mengatakan bahwa ibu kota mereka yakni Jakarta tenggelam sehingga harus dipindahkan karena ibu kota saat ini terendam air?” tanya Biden.

“Ini penting. Ini adalah pertanyaan strategis sekaligus pertanyaan terkait lingkungan,” ujar dia

Presiden AS Minta Intelijen Kerja Keras

Biden kemudian meminta kepada jajaran intelijen Amerika untuk bekerja keras membantu pemerintah menemukan cara untuk mengatasi ancaman-ancaman baru seperti perubahan iklim

“Komunitas intelijen akan menjadi kekuatan penentu Amerika saat kita berhadapan dengan tantangan-tantangan baru dan hibrida,” papar Biden.

Sebelumnya sebuah penelitian badan antariksa Amerika Serikat (NASA) pada pekan lalu menunjukkan bahwa mulai 2030 kawasan pesisir di seluruh dunia akan lebih sering direndam banjir rob sebagai akibat dari siklus bulan dan naiknya permukaan air laut.

Perhatikan Ini Jika Jakarta Tak Mau Tenggelam

Menanggapi adanya kecenderungan Jakarta tenggelam pada tahun 2030, Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Nirwono Joga menuturkan, Pemprov DKI Jakarta harus segera memastikan penghentian/pelarangan pengambilan air tanah (pompa) pada 2025 atau paling lambat 2030.

Hal ini bertujuan untuk memperlambat  penurunan muka tanah karena 40 persen wilayah DKI Jakarta dari Jakarta Pusat ke Jakarta Utara berada dibawah permukaan air laut.

Lebih lanjut diungkap Nirwono, Pemprov DKI Jakarta juga harus mengikuti dengan peningkatan kemampuan penyediaan atau distribusi air baku 100 persen, sekarang baru 55 persen ke seluruh warga, perkantoran, perhotelan, industri paling lambat 2030.

Baca Juga: Milenial Mau Punya Rumah Sebelum Usia 30? Simak 3 Tips Jitunya

DKI Jakarta juga harus menghentikan kebocoran pipa air baku saat ini 30 persen bocor  dan mengoptimalkan sumber daya air alternative.

“Misalnya memanen air hujan, ada air 13 sungai yg melintas Jakarta, 109 situ, danau, embung atau waduk, serta salinasi air laut pantai utara Jakarta,” ujar Nirwono kepada Hops.id jaringan DepokToday.com.

Dikatakan Nirwono, Pemprov DKI Jakarta harus fokus pada pembenahan 13 sungai utama, revitalisasi 109 situ/danau/embung/waduk dan menambah 20 waduk baru hingga 2030, menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota dari 9,9 persen menjadi 30 persen hingga 2030.

“Restorasi juga kawasan pantai utara, merelokasi permukiman ke daratan sejauh 500 meter, membangun hutan mangrove bukan tanggul raksasa, memikirkan antisipasi banjir rob. Ini semua harus dilakukan untuk mencegah Jakarta tenggelam, ” katanya. (rul/*)