Pemerintah dan DPR Bahas Pelaksanaan Haji 2021

Umat muslim yang menunaikan ibadah umah melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah. Namun kini pemerintah belum bisa memastikan kapan ibadah tersebut kembali dibuka. (indozone.id)
Umat muslim yang menunaikan ibadah umah melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah. Namun kini pemerintah belum bisa memastikan kapan ibadah tersebut kembali dibuka. (indozone.id)

JAKARTA—Pemerintah Arab Saudi hingga kini belum mengumumkan teknis operasional penyelenggaraan haji 1442 Hijriah. Berkaca pada hal tersebut, Pemerintah Indonesia pun hingga kini belum mengambil keputusan akhir.

Meski begitu, Kementerian Agama (Kemenag) tetap melakukan persiapan berikut mitigasi penyelenggaraan haji 2021. Namun, keputusan yang akan diambil terkait pelaksanaan haji tahun ini akan dibahas bersama DPR RI.

“Persiapan berikut mitigasinya terus dilakukan. Tapi pemerintah belum mengambil keputusan akhir. Arab Saudi juga belum mengumumkan teknis operasional penyelenggaraan haji tahun ini,” tegas Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Khoirizi, melalui siaran resminya, Minggu 30 Mei 2021.

“Apapun keputusannya, itu akan dibahas terlebih dahulu dengan DPR. Keputusan akan dibicarakan antara dengan DPR,” lanjutnya.

Harapan Pemerintah RI

Khoirizi berharap Arab Saudi bisa segera mengumumkan teknis operasional haji 1442 Hijriah, utamanya terkait kuota. Sehingga, kata dia, Kemenag dan Komisi VIII bisa membahasnya lebih lanjut.

“Selain info dari Saudi, teknis kesiapan Kemenag juga akan dipengaruhi faktor waktu. Itu juga menjadi pertimbangan penting, apakah cukup untuk proses pemberangkatan, pengadaan layanan, dan lainnya,” jelas Khoirizi.

Baca Juga: FKUI Luncurkan Buku Kesehatan untuk Penerbangan Jamaah Haji

Ditanya apakah ada kemungkinan mengambil keputusan seperti tahun lalu, Khoirizi menegaskan, semua opsi akan dibahas oleh menteri agama (Menag) bersama DPR.

“Waktu terus berjalan. Kita akan bahas semua opsi berikut persiapan dan mitigasinya bersama DPR,” tutupnya. (tdr/*)