Kepergok Ngebul di Balai Kota, 12 Perokok Dijerat Kepersidangan  

0
181
Sidang KTR di Pemkot Depok

MARGONDA– Sejumlah perokok yang tertangkap dalam razia di lingkungan kantor Pemerintah Depok akhirnya digelandang ke persidangan, pada Kamis 30 Januari 2020. Langkah ini terpaksa dilakukan untuk memberi efek jera bagi para pelaku terkait kawasan tanpa rokok atau KTR.

Sidang tindak pidana ringan (Tipiring) itu dimpimpin oleh satu orang hakim. Layaknya sidang pada umumnya, para terdakwa pun diberikan kesempatan untuk bicara dengan lebih dulu diambil sumpah sesuai agamanya masing-masing.

Selain mendengarkan keterangan para terdakwa, hakim juga menghadirkan para saksi yang terdiri dari sejumlah Satgas KTR Kota Depok. Sidang itu berlangsung di aula Balai Kota Depok.

Kepala Sekertaris Daerah, Hardiono mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 23 tahun 2014 terkait KTR. Tercatat, ada 12 pelanggar yang menjalani sidang Tipiring pada hari ini.

“Perda tersebut melarang untuk merokok di kawasan tanpa rokok seperti diarea perkantoran, ya seperti di pemkot ini. Karena itu kita berikan efek jera, mengingat perkantoran itu adalah sarana untuk bekerja dan harus sehat,” katanya

Hardiono mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat. “Karena dengan merokok itu bisa berdampak buruk pada orang lain, sebagai perokok pasif. Oleh karenanya kegiatan ini mudah-mudahan bisa mengurangi dan tidak ada lagi,” jelasnya

Hardiono menuturkan, sebelum adanya persidangan seperti saat ini, pihaknya telah lebih dulu melakukan langkah persuasif.

“Sebelumnya kita sudah sering mengingatkan melalui speaker di perkantoran dan itu hampir setiap hari kita ulangi, seperti imbauan dan sosialisasi agar tidak merokok di area perkantoran apalagi di balai kota.”

Lebih lanjut ia mengatakan, dari 12 pelanggar yang diamankan, tiga diantaranya berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara atau ASN. Dan rencananya sidang akan kembali digelar, namun tempat dan waktunya akan dirahasiakan agar para pelaku tidak bisa lolos.

“Mereka merokok tersebar di area perkantoran. Semua ada barang buktinya, kalau enggak ada kan enggak berani melaporkan. Pasti berbasis pada bukti,” ujarnya didampingi Kasat PolPP Depok, Lienda Ratna Nurdianny

Adapun denda maksimal dalam kasus ini mencapai sebesar Rp 1 juta. Hardiono menegaskan, jika pelanggarnya dari kalangan ASN dan terbukti telah berulang kali, maka akan dijerat indisipliner.

Sekda Depok, Hardiono (DepokToday, Rul)

“Kalau yang kedapatan merokok dia-dia lagi, kalau PNS ada PP 53 tahun 2010 tentang disiplin. Jadi kena tindakan indisipliner berupa pembinaan oleh BKPSDM.”

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, dokter Novarita mengatakan, sidang Tipiring ini merupakan implementasi Perda Nomor 3 tahun 2014.

“Jadi kami khawatir ada perokok pemula. Kalau yang sudah merokok sih tidak akan terpengaruh ya, tapi anak-anak muda ini apalagi yang dibawah umur sekarang sudah mulai menjadi perokok. Nah makanya kawasan tanpa rokok ini kita gencarkan,” katanya

Untuk sanksi yang dijatuhkan rata-rata divonis membayar denda Rp 100 ribu dan itu akan diserahkan ke kas daerah. (rul/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here