Kepala Satpol PP Depok Larang Warga Berkerumun Rayakan 17 Agustus

Kepala Satpol PP Depok, Lienda. (DepokToday.com)
Kepala Satpol PP Depok, Lienda. (DepokToday.com)

DepokToday- Belum lama ini, jagat sosial media dibuat heboh dengan kemunculan foto berisi surat iuran untuk kegiatan lomba 17 Agustus 2021. Dalam isi surat tersebut tertera, kegiatan itu akan dilakukan di wilayah Pancoran Mas, Depok.

Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok, Linda Ratnanurdianny mengimbau, agar sebaiknya hal seperti itu ditiadakan, mengingat sampai sekarang masih pandemi COVID-19 dan ada aturan soal larangan berkerumun.

“Saya mengharapkan warga masyarakat harus tetap waspada. Mari sama-sama kita melakukan pencegahan penularan COVID-19 dengan tidak berkerumun, apalagi kerumunannya untuk hal-hal yang tidak urgen,” katanya, Senin 2 Agustus 2021.

Surat iuran terkait kegiatan 17 Agustus (Foto: Istimewa)
Surat iuran terkait kegiatan 17 Agustus (Foto: Istimewa)

Sebaiknya, menurut Linda, kegiatan atau perayaan untuk memperingati momen Hut Kemerdekaan RI pada tahun ini dilakukan dengan cara lain, yang tak melanggar protokol kesehatan.

“Sebaiknya kita peringati dalam bentuk lain, yang tidak ada potensi menularkan kepada orang lain. Bisa dengan berdoa di rumah masing-masing atau kegiatan secara virtual. Intinya peringati kemerdekaan perlu, tapi tidak dengan mengumpulkan massa.”

Ancaman Satpol PP Depok

Jika nantinya tetap ada yang menggelar kegiatan perlombaan ataupun pengumpulan massa, Satpol PP Kota Depok bakal melakukan penertiban.

Bahkan, pihak penyelenggara bisa dijerat dengan sanksi hukum yang berlaku. Hal ini mengacu pada aturan protokol kesehatan.

Tersangka Pelanggaran Prokes

Untuk diketahui, Polres Metro Depok telah menetapkan dua orang tersangka atas kasus pelanggaran prokes saat PPKM Darurat. Mereka adalah, mantan Lurah Pancoran Mas, dan seorang pengelola Sawangan Golf.

Mantan Lurah Pancoran Mas, Suganda terjerat sanksi pidana lantaran nekat menggelar resepsi pernikahan sang anak beberapa waktu lalu.

Satpol PP Kota Depok bahkan terpaksa membubarkan para tamu dan menyegel lokasi pesta tersebut.

Baca Juga: Begini Nasib Suganda Usai Dicopot Sebagai Lurah Gegara Hajatan

Sedangkan kasus Sawangan Golf, ditindak petugas lantaran nekat membuka jam operasional meski telah ada larangan dari pemerintah terkait PPKM. (rul/*)