Kepala Rutan Depok Ungkap Risiko Napi yang Langgar Aturan

Kepala Rutan Depok, Anton (Depoktoday.com)
Kepala Rutan Depok, Anton (Depoktoday.com)

CILODONG- Kepala Rumah Tahanan Negara atau Rutan, Kelas I Depok, Anton, tak membantah adanya penggunaan handphone oleh seorang narapidana kasus pencabulan berinisial SPM. Namun ia menegaskan, pihaknya tak tinggal diam atas kejadian itu.

“Kami sudah melakukan langkah-langkah yang seharusnya dilaksanakan seperti sidak (inspeksi mendadak), dua kali dalam seminggu. Lalu, kami sudah siapkan sarana komunikasi, tapi ternyata tetap saja penyimpangan itu terjadi,” katanya, Kamis 3 Juni 2021.

Dari hasil penyelidikan terungkap, handphone itu didapati SPM dari seorang narapidana atau napi yang saat ini telah bebas. Kasus itu terbongkar lantaran SPM kepergok aktif di media sosial.

“Iya dari informasi setelah pendalaman, ternyata dia dapat dari napi yang sudah bebas,” jelasnya.

Kepala Rutan Depok Cabut Hak SPM

Anton menegaskan, pihaknya telah melakukan tindakan terhadap perbuatan SPM.

“Kami sudah menempatkan yang bersangkutan di sel isolasi selama sekira 6 hari,” katanya.

Baca Juga: Sambangi Rutan Depok, Kadivpas Jawa Barat Apresiasi Soal Ini

Kemudian, Anton juga mengusulkan agar hak-hak SPM dicabut.

“Pemutusan hak-haknya sebagai warga binaan untuk remisi dan integrasi,” ujarnya.

Dengan adanya kejadian ini, Anton berjanji, pihaknya akan semakin gencar melakukan pengawasan dan razia di kamar hunian narapidana. Selain itu, jika ada lagi yang melakukan pelanggaran maka sanksi yang diberikan akan lebih berat.

Untuk diketahui, SPM dijebloskan ke penjara lantaran mencabuli sejumlah anak di bawah umur. Atas perbuatannya itu, ia divonis 15 tahun kurungan. (rul/*)