Kementerian PUPR Bangun Rusun untuk Mahasiswa di Bali

Kementerian PUPR bangun rusun (Istimewa)
Kementerian PUPR bangun rusun (Istimewa)

JAKARTA- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR, sedang melaksanakan pembangunan rumah susun (rusun) di Pulau Bali dengan anggaran senilai Rp 16,81 miliar.

Dilansir dari laman pu.go.id, tahun ini Kementerian PUPR akan membangun satu tower rusun lengkap dengan fasilitas pendukungnya untuk mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri di Kabupaten Buleleng, Bali.

“Pembangunan rusun untuk mahasiswa merupakan salah satu upaya Kementerian PUPR untuk melatih generasi muda belajar tinggal di hunian vertikal. Pembangunan Rusun kami laksanakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Pulau Bali,” kata Direktur Jenderal  Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dikutip pada Selasa 15 Juni 2021.

Menurutnya, pembangunan rusun harus bisa dirasakan manfaatnya oleh semua kalangan. Jika sebelumnya pemerintah sudah membantu para santri yang menuntut ilmu di pondok pesantren serta para calon pendeta di Seminari, maka kali ini giliran mahasiswa yang sedang belajar di STAH.

“Hasil pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga: Ini Cara Mendapatkan Bantuan Sosial Tunai Rp 300 Ribu, Buruan Daftar

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Bali Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa IV I Wayan Suardana mengatakan, pembangunan rusun mahasiswa STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja tersebut dilaksanakan di Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.

Rusun yang dibangun sebanyak satu tower setinggi tiga lantai. Nantinya, rusun itu juga dilengkapi dengan fasilitas seperti tempat tidur, lemari pakaian, serta meja dan kursi belajar.

Tentang Proyek Kementerian PUPR Soal Rusun Bali

Sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 tahun 2005 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali, dalam proses pembangunan Rusun tersebut akan diterapkan konsep kearifan lokal dengan gaya arsitektur Bali.

“Rusun STAH akan dibangun tiga lantai dan akan dibuat basement untuk lahan parkir sebagai upaya penghematan penggunaan lahan,” katanya.

Ia menyebut, jumlah hunian sebanyak 43 unit dengan tipe 24.

“Saat ini proses pembangunan rusun tengah berlangsung dan kami juga juga meminta kontraktor pelaksana untuk membangun barak pekerja dan gudang bangunan serta pagar pengaman proyek,” terangnya.

Kontraktor pelaksana pembangunan Rusun ini adalah PT. Pandan Jaya Indonesia – PT Anggaza Widya Ridha Mulia (KSO) dan Manajemen Konstruksi PT. Angelia Oerip Mandiri (KSO) PT. Konindo Panorama Konsultan.

Saat ini sedang dilaksanakan pemasangan tiang pancang untuk pondasi bangunan. Pembangunan rusun direncanakan selesai pada akhir tahun 2021 agar bisa segera dimanfaatkan oleh para mahasiswa. (rul/*)