Kemenkes Sebut, Kota Depok Mengalami Tren Penambahan COVID-19 Selama Dua Bulan

Penyemprotan disinfektan oleh tim GA COVID-19 Korwil Depok di wilayah Sawangan Baru.(Foto: DepokToday/Imam Alle)
Penyemprotan disinfektan oleh tim GA COVID-19 Korwil Depok di wilayah Sawangan Baru.(Foto: DepokToday/Imam Alle)

DepokToday – Kementerian Kesehatan atau Kemenkes menyebut Kota Depok mengalami tren penambahan kasus COVID-19 selama tujuh pekan terakhir atau dua bulan kebelakang.

Dilaporkan CNNIndonesia, pernyataan Kemenkes itu dilontarkan saat menyelenggarakan konferensi pers secara virtual pada Kamis 28 Oktober 2021.

Dalam konferensi pers itu, Kemenkes merilis 20 daerah kabupaten dan kota yang tercatat mengalami tren peningkatan kasus positif COVID-19 selama tujuh pekan terakhir dua diantaranya adalah wilayah aglomerasi Jakarta yakni Kota Depok dan Kota Bekasi, Jawa Barat.

Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan berdasarkan pemantauan selama kurang lebih 2 bulan terakhir, ada 105 kabupaten/kota di 30 provinsi yang mengalami tren peningkatan kasus positif.

“Saat ini ada 105 kabupaten kota di 30 provinsi yang terlihat ada tren peningkatan kasus konfirmasi positif selama 7 minggu terakhir,” kata Nadia.

Dari catatan 105 kabupaten/kota itu, Kota Administratif Jakarta Timur masuk dalam kategori daerah dengan tren peningkatan kasus selama tujuh pekan.

“Hal ini tentunya menjadi kewaspadaan bersama mengingat saat ini kita sedang dalam kondisi stabil dan sedang dalam upaya menekan angka penularan serta menekan jumlah kasus positif serendah mungkin,” tuturnya.

Peningkatan kasus di 105 kabupaten/kota ini juga menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Ia khawatir potensi gelombang ketiga karena ada peningkatan kasus positif di banyak kabupaten kota di Indonesia. (ade/*)