Kemenag Gelontorkan Rp 6,9 M untuk Masjid dan Musala, Ini Syaratnya

Kemenag gelontorkan Rp 6,9 M untuk bantu masjid dan musala (Istimewa)
Kemenag gelontorkan Rp 6,9 M untuk bantu masjid dan musala (Istimewa)

DepokToday- Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) akan menyalurkan bantuan operasional masjid dan musala di daerah terdampak COVID-19 tahun anggaran 2021. Salah satunya adalah Kota Depok.

Dilansir dari kemenag.go.id, total bantuan yang akan disalurkan sebesar Rp 6,9 miliar. Adapun rincinnya terdiri dari Rp 6,2 miliar untuk masjid dan Rp 700 juta bantuan untuk musala.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Moh. Agus Salim mengungkapkan, bantuan operasional ini dapat dipergunakan takmir dan pengurus masjid atau musala untuk memenuhi keperluan penerapan protokol kesehatan dan percepatan penanganan COVID-19.

“Misalnya, untuk penyediaan protokol kesehatan 5 M seperti penyediaan sanitasi cuci tangan, masker, hand sanitizer, disinfektan, dan alat pengukur suhu tubuh serta sarana pencegahan COVID-19 yang lainnya. Termasuk untuk kebutuhan pembayaran listrik, air, dan kebutuhan pembinaan keumatan yang dilakukan secara daring,” katanya dikutip pada Senin 6 September 2021.

Baca Juga: 56 Anak Depok Trauma Ditinggal Orang Tua Akibat COVID

Agus menyebut, bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan dan kehadiran pemerintah kepada takmir dan pengurus masjid atau musala dalam penanganan pandemi.

Kemenag berharap, bantuan operasional yang disalurkan dapat menjadi stimulan bagi takmir masjid dan musala untuk melayani umat secara optimal di masa pandemi COVID-19.

Menurut dia, pandemi ini telah memberikan dampak pada pembatasan dan peniadaan sementara kegiatan peribadahan dan kewajiban penerapan prokes. “Ini tentu berpengaruh terhadap beban operasional bagi takmir dan pengurus masjid dan musala.”

Lebih lanjut Agus mengungkapkan, besaran bantuan operasional yang akan diberikan sebesar Rp 20 juta untuk  tiap masjid, dan Rp 10 juta untuk tiap musala.

Syarat Dapat Bantuan Kemenag

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Kemasjidan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Abdul Syukur menjelaskan, ada beberapa persyaratan dan prosedur permohonan bantuan yang harus dipenuhi oleh takmir dan pengurus masjid dan musala.

“Salah satu persyaratannya, masjid/musala harus terdaftar pada Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama, memiliki rekening Bank atas nama masjid/musala, dan terdampak/berada pada daerah yang terpapar COVID-19,” katanya.

Adapun dokumen permohonan bantuan ditujukan kepada Menteri Agama melalui Dirjen Bimas Islam/Direktur Urais Binsyar. Dokumen tersebut selanjutnya diunggah pemohon ke laman https://simas.kemenag.go.id/page/permohonanbantuan.

Baca Juga: Gedek Banget, Komnas PA Minta Masyarakat Boikot Tayangan Saiful Jamil

Permohonan bantuan, lanjut Abdul Syukur, paling lambat diajukan secara online pada 12 September 2021.

“Seluruh sistem dan mekanisme pengajuannya akan dilakukan secara online, sebagai upaya transformasi digital terkait pengelolaan bantuan di Bimas Islam,” ujarnya.

Abdul menambahkan, untuk mengetahui informasi lebih lanjut bisa langsung mengunjungi Instagram @bimasislam pada link https://instagram.com/bimasislam?utm_medium=copy_link. (rul/*)