Keluarkan SE, Dinkes Depok Ingin Percepatan Vaksin

Kadinkes Depok, dokter Novarita (DepokToday, rul)

DEPOK – Vaksin diklaim menjadi salah satu cara yang tepat untuk menangkal virus COVID-19.  Alasan itu yang membuat Dinkes membuat surat edaran (SE) untuk percepatan pelaksanaan vaksin untuk lansia.

Kepala Dinas Kesehatan atau Dinkes Depok Novarita menyebutkan, surat edaran ini telah diberikan kepada direktur rumah sakit. Selain itu juga diberikan ke kepala unit pelaksana teknis dinas (UPTD) puskesmas yang ada di Kota Depok.

“Iya untuk surat telah diberikan ke rumah sakit dan puskesmas yang ada di Depok,” beber dia dilansir Jumat 18 Juni 2021.

Lebih lanjut kata dia, SE  yang dikeluarkan Dinkes Depok ini dibuat sebagai tindak lanjut  adanya edaran yang diberikan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada tanggal 26 Mei 2021 Nomor HK.01.02/II/1406/202. SE itu berisi tentang Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19.

“Juga disampaikan hasil Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait vaksinasi Covid-19 Astra Zeneca,” papar dia.

Baca juga: 5 Tempat Angker di Depok Ini Bikin Bulu Kuduk Merinding

Selain itu sambung dia, permintaan percepatan vaksin kelompok pra lansia juga dilaksanakan setelah edaran Nomor SR.02.06/II/1413/2021 disebutkan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 bagi penyandang disabilitas.

Serta SE Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/ MENKES/598/2021 tentang Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat lanjut usia, penyandang disabilitas, serta Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Dalam SE yang dikeluarkan Dinkes Depok juga menjelaskan adanya mekanisme dua banding satu pembagian vaksin. Kebijakan ini dikeluarkan juga sebagai salah satu cara mengurangi resiko penularan COVID-19, khususnya lansia.

“Jadi untuk satu orang usia 18 hingga 49 tahun dapat menerima vaksin bila membawa dua orang usia 50 tahun ke atas,” terang dia. Hingga kini kata dia, sudah ada 27,816 lansia yang telah menerima vaksin pertama. Sedangkan untuk yang telah menjalani dua kali vaksin baru ada 54.972 orang.

Penularan COVID-19 di Kota Depok masih terus berlangsung. Berdasarkan data yang diambil dari situs resmi Pemerintah Kota Depok. Pada Jumat 18 Juni 2021 kasus aktif mencapai 3.232 orang. (lala/*)