Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang: Saya Gemetar, Megang HP aja Nggak Kuat

Korban tewas akibat insiden kebakaran di Lapas Tangerang. Persitiwa ini menambah daftar kelam catatan dari dalam penjara Indonesia (Foto: Istimewa)
Korban tewas akibat insiden kebakaran di Lapas Tangerang. Persitiwa ini menambah daftar kelam catatan dari dalam penjara Indonesia (Foto: Istimewa)

DepokToday – Peristiwa kebakaran yang melanda Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas 1 Tangerang menyisakan duka mendalam utamanya bagi keluarga para narapidana yang tewas dalam peristiwa itu.

Seperti dialami keluarga I Wayan Tirta Utama, seorang narapidana yang mengisi sel Blok C2 kamar 11 dan menjadi satu dari 41 napi yang tewas dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada Rabu 8 September 2021 dini hari sekitar pukul 02.30 itu.

“Siang jam 12.00 lihat TV, lapas tangerang kebakaran blok c, langsung inget itu blok anak saya. Pas dicari ada nama anak saya di korban meninggal,” kata ayahnya, Nyoman Sami ditemui dirumahnya, Kamis 9 September 2021.

I Wayan Tirta Utama tinggal di jalan Tiga Putra, RT03/RW04, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo.  Ia meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih belia.

Baca Juga: Berikut Daftar Lengkap 41 Korban Kebakaran di Lapas Tangerang

“Anaknya dua, yang besar SMP mau masuk SMK, yang kecil tahun ini baru mau masuk TK,” kata Nyoman.

Berdasar data yang dihimpun Depoktoday.com, I Wayan Tirta Utama merupakan terpidana kasus pembunuhan dalam perkara Pasal 338 KUHP. Ia merupakan narapidana operan dari Rutan Kelas 1 Cipinang.

I Wayan divonis 14 tahun penjara sejak tahun 2016 silam, karena terbukti membunuh seorang janda anak dua Sri Wulandari warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada bulan November 2016.

Nyoman mengaku sangat kaget dengan kabar sang anak meninggal akibat musibah kebakaran tersebut. “Saya gemetar, megang hp aja nggak kuat, almarhum anak paling tua, bahkan semalam gabisa tidur saya, mikirin kok tragis bener,” kata Nyoman.

Bukan hanya dirinya, istri I Wayan juga sempat beberapa kali pingsan mendengar kabar itu melalui televisi. “Ya biasa namanya orang kehilangan. Kemarin sempat pingsan dengar berita di TV, ya pingsan sampai 3 jam,” kata Nyoman.

Nyoman menambahkan, saat ini jenazah sang anak belum dibawa pulang, mengingat saat ini masih dilakukan identifikasi terhadap jasad I Wayan. “Tes DNA dulu. Baru nanti mau dibawa pulang,” kata Nyoman.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran besar melanda Lapas Kelas 1 Tangerang sekitar pukul 02.30 yang diduga disebabkan karena arus pendek listrik.

Karena para narapidana berada dalam sel terkunci dan kondisi sel yang juga over kapasitas, sebanyak 41 narapidana terjebak dan terpanggang bersama bangunan yang dilahap si jago merah. (ade/*)