Kelompok Peneliti di AS Yakin COVID Bukan Penyakit Pernapasan

Ilustrasi kematian akibat COVID (Istimewa)
Ilustrasi kematian akibat COVID (Istimewa)

DepokToday- Baru-baru ini, sebuah penelitian di University of California-San Diego, Amerika Serikat mengklaim bahwa virus COVID-19 bukanlah penyakit pernapasan, seperti yang diterima secara luas.

Dilansir laman CDC, sejumlah peniliti di kampus itu meyakini, bahwa infeksi virus corona tipe baru (SARS-CoV-2) itu merupakan penyakit pembuluh darah.

Menurut mereka, terjadinya pembekuan darah pada beberapa pasien COVID-19 dan masalah lain seperti ‘Covid toes’ (kaki Covid) yang bukan merupakan gejala khas penyakit pernapasan.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Circulation Research. Penelitian mereka menunjukkan bagaimana virus menyerang pembuluh darah atau sistem peredaran darah.

Baca Juga: Agar Pengawasan Efektif, Pemerintah Minta Ada Satgas COVID-19 Sekolah

Spike protein virus, paku yang membentuk mahkota, menyerang reseptor ACE2, merusak mitokondria yang menghasilkan energi bagi sel, dan merusak endotelium yang melapisi pembuluh darah.

Ini adalah sesuatu yang telah diamati. Akan tetapi, mekanisme dan peran yang tepat dari protein S tersebut belum diketahui.

“Protein ini direplikasi oleh semua vaksin yang tersedia saat ini,” kata tim tersebut, dilansir Times Now News, Selasa 31 Agustus 2021.

Tim Pemburu COVID-19 melakukan patroli di mal (DepokToday.com)
Tim Pemburu COVID-19 melakukan patroli di mal (DepokToday.com)

Virus COVID Bukan Penyakit Pernapasan

Untuk menjalankan penelitian ini, tim membuat pseudovirus untuk penelitian, yang hanya memiliki protein S, tetapi tidak sisa virus. Mereka ingin menunjukkan bahwa di laboratorium, protein ini dengan sendirinya cukup untuk menyebabkan penyakit.

“Efek pada sistem pernapasan adalah konsekuensi dari peradangan jaringan pembuluh darah di paru-paru,” jelas tim itu.

Baca Juga: TNI Kepung Vaksinasi Drive Thru di Tol Jagorawi, Begini Cara Dapatnya

Menurut Uri Manor, asisten profesor peneliti di University of California-San Diego, banyak orang menganggap COVID-19 sebagai penyakit pernapasan. Ia menyebut, COVID-19 sebenarnya adalah penyakit pembuluh darah.

“Itu bisa menjelaskan mengapa beberapa orang mengalami strok, dan mengapa beberapa orang memiliki masalah di bagian lain dari tubuh. Kesamaan di antara mereka adalah bahwa mereka semua memiliki dasar pembuluh darah,” kata Manor.

Baca Juga: Cerita Pengacara Korban Penyekapan, Klien Trauma Berat, Sampai Takut Dengar Suara Bel

Menurut Profesor Rafael Manez Mendiluce, kepala perawatan intensif di Rumah Sakit Universitas Bellvitge di Spanyol, masalah vaskular dapat dikaitkan dengan respons peradangan pada sistem kekebalan pasien. (rul/*)