Kelelawar Malam, Pelaku Cabul Anak Panti Depok yang Disorot Media Asing

Ilustrasi kelelawar malam (Foto: Istimewa)
Ilustrasi kelelawar malam (Foto: Istimewa)

DepokToday- Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh Lukas Lucky Ngalngola terhadap sejumlah anak di panti asuhan di wilayah Depok ternyata menyedot perhatian dunia internasional. Sosok pria yang dijuluki kelelawar malam itu bahkan sempat diberitakan oleh salah satu media yang berbasis di Kamboja.

Adalah phnompenhppost.com, salah satu media asing yang memberitakan aksi bejat sang kelelawar malam tersebut.

Dalam postingannya pada 22 September 2020 silam, media tersebut mengabarkan empat lagi korban dan saksi telah datang dan membuat laporan setelah Polres Metro Depok, membuka kembali penyelidikan kasus pelecehan seksual terhadap anak laki-laki panti asuhan, yang diduga dilakukan oleh wali tunggal mereka.

Tersangka dalam kasus ini, Lukas Lucky Ngalngola, atau Bruder Angelo, adalah anggota dari kongregasi yang berbasis di Filipina, Missionaries of Charity Sakramen Mahakudus (BSMC), dan mendirikan panti asuhan khusus laki-laki di Kota Depok.

Anak-anak panti asuhan di tempat itu menyebut Angelo “kelelawar malam” karena diduga akan melakukan aksinya lewat tengah malam dengan mengenakan pakaian serba hitam. Anak-anak itu mengklaim Angelo membius korbannya.

Baca Juga: Wali Kota Depok: Ada Tujuh Kategori Masyarakat Penerima KDS

Lantas seperti apa perkembangan atas kasus tersebut? DepokToday.com melaporkan, berkas perkara atas kasus itu kini telah masuk ke Pengadilan Negeri Depok.

Lukas, terdakwa dalam kasus tersebut bahkan telah menjalani sidang perdananya pada Rabu, 15 September 2021. Sidang berlangsung secara daring atau online.

Aksi Cabul Kelelawar Malam

Pengakuan mengejutkan dilontarkan kuasa hukum korban pelecehan seksual yang dilakukan Bruder Angelo alias Lukas Lucky Ngalngola, yaitu Judianto Simanjjuntak yang menyebutkan jika aksi bejat terdakwa sudah sering dilakukan, mulai di lokasi toilet tempat makan, angkutan umum hingga tempat cukur rambut.

Terdakwa tidak segan melancarkan aksi pencabulannya di tempat umum kepada anak panti. Judianto menyebutkan, pelaku melakukan tindak kejahatan di tempat umum pada 2019 silam.

Pada tahun itu, sejumlah korban bepergian dengan terdakwa Lukas Lucky Ngalngola. Pada saat itu, rentetan kejadian pelecehan seksual di tempat umum ini dilakukan.

“Kalau yang tukang cukur rambut itu ketika teman-temannya sedang cukur rambut, mereka berdua masih di dalam (angkot), disitulah kesempatan,” beber dia dikutip pada Kamis 16 September 2021. (rul/*)

Baca selengkapnya di sini: Terungkap, Lukas Lucky Ngalngola Lakukan Pelecehan Seksual Mulai dari Angkot Hingga Toilet Umum