Kejari Depok Terus Dalami Korupsi Damkar, Enam Pejabat Sudah Dipanggil

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto beberkan hasil pemeriksaan dugaan korupsi Damkar Depok (Foto: Depoktoday.com)
Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto (Foto: Depoktoday.com)

DEPOK – Kejaksaan Negeri atau Kejari Depok sampai hari ini masih terus mendalami dugaan kasus tindak pidana korupsi dalam tubuh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok.

Korps Adhyaksa itu kini mulai menyasar para pejabat teras dinas pemadam api di Kota Depok tersebut, untuk dimintai keterangan seputar dugaan penyelewengan anggaran belanja sepatu, dan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) Tahun Anggaran 2017-2019.

Baca Juga : Penyelidik Tipidsus Cecar Pejabat Hingga Komandan Regu Damkar Depok

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto mengatakan, ada enam pejabat yang telah dipanggil dengan rincian lima orang adalah petinggi Damkar, dan satu lagi merupakan pejabat pemerintah Kota Depok.

“Enam orang saksi kita periksa kemarin oleh tim penyelidik bidang pidana khusus,” kata Herlangga melalui keterangan resmi, Kamis 3 Juni 2021.

Herlangga menjelaskan, keenam petinggi damkar yang sudah dipanggil diantaranya, Bendahara Pengeluaran Pembantu Bidang Sarana Prasarana, ME; Pejabat Penerimaan Hasil Pekerjaan,IK; Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, DRH.

Kepala Seksi Pemadam Kebakaran pada Bidang Pengendali Operasional, TS; Kasubag TU UPT Damkar Tapos, N.

Baca Juga : 30 Dokumen Ini Jadi Kunci Intelijen Usut Dugaan Korupsi Damkar Depok?

“Satu pejabat Pemkot Depok yakni AS, selaku Kepala Bagian Organisasi pada Sekertaris Daerah Kota Depok,” kata Herlangga.

Awal Mula Korupsi Damkar

Diketahui, kasus dugaan korupsi ini muncul ke permukaan setelah salah seorang pegawai Damkar bernama Sandi Butar Butar memposting foto dirinya sedang meminta tolong kepada Presiden RI melalui selembar kertas karton.

Dalam kertas tersebut, intinya meminta Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengusut dugaan korupsi di dinas tempatnya bekerja. Aksinya itu viral media sosial dan mendapat perhatian dari publik. (ade/*)