Kejari Depok Angkat Bicara Soal Syahril Main Handphone di Penjara

Kasi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto menegaskan, pihaknya telah mendapat kesimpulan atas dugaan korupsi Dinas Damkar Depok. (Foto: Depoktoday.com)
Kasi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto menegaskan, pihaknya telah mendapat kesimpulan atas dugaan korupsi Dinas Damkar Depok. (Foto: Depoktoday.com)

DEPOK – Kejaksaan Negeri atau Kejari Depok ikut angkat bicara soal terdakwa Syahril Parlindungan Marbun yang ketahuan bermain handphone dibalik jeruji besi.

Hal itu karena terdakwa kasus pencabulan anak dibawah umur tersebut masih berada dibawah tanggungjawab korps Adhyaksa, seiring dengan masih berjalannya proses hukum pada tingkat kasasi.

“Syahril saat ini statusnya adalah tahanan titipan di rumah tahanan Depok, sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas informasi itu (Syahril menggunakan hp di rutan),” kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga Wisnu Murdianto saat dikonfirmasi, Kamis 3 Juni 2021.

Baca Juga : Kepala Rutan Depok Ungkap Risiko Napi yang Langgar Aturan

Herlangga mengatakan, pihaknya tidak akan mencapuri urusan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh terdakwa, karena menurutnya hal itu sudah menjadi kewenangan dari Rumah Tahanan Negara Kelas I Depok.

“Kami percaya, Rutan Depok miliki SOP terhadap seluruh tahanan, dan kami juga percaya setiap tahanan yang ada disana sudah paham akan SOP tersebut, jadi kami serahkan semuanya kepada Rutan Depok,” kata Herlangga.

Sebagai informasi, Syahril Parlindungan Marbun ketahuan secara terang-terangan menggunakan alat komunikasinya, meski sudah berada di dalam penjara.

Kejadian itu dibuktikan dengan akun media sosial LinkedIn milik Syahril yang aktif baru-baru ini, dan beberapa aktifitas terlihat seperti membalas komentar hingga menyukai beberapa postingan dari akun lain.

Kata Rutan Depok Soal Syahril Bermain Handphone

Atas kejadian inipun, Kepala Rumah Tahanan Negara atau Rutan, Kelas I Depok, Anton, tak membantah adanya penggunaan handphone oleh seorang narapidana kasus pencabulan berinisial SPM. Namun ia menegaskan, pihaknya tak tinggal diam atas kejadian itu.

“Kami sudah melakukan langkah-langkah yang seharusnya dilaksanakan seperti sidak (inspeksi mendadak), dua kali dalam seminggu. Lalu, kami sudah siapkan sarana komunikasi, tapi ternyata tetap saja penyimpangan itu terjadi,” katanya.

Dari hasil penyelidikan terungkap, handphone itu didapati SPM dari seorang narapidana atau napi yang saat ini telah bebas. Kasus itu terbongkar lantaran SPM kepergok aktif di media sosial.

Baca Juga : Pelaku Kekerasan Seksual Kepergok Main HP Dibalik Jeruji Besi

“Iya dari informasi setelah pendalaman, ternyata dia dapat dari napi yang sudah bebas,” jelasnya.

Anton menegaskan, pihaknya telah melakukan tindakan terhadap perbuatan SPM.

“Kami sudah menempatkan yang bersangkutan di sel isolasi selama sekira 6 hari,” katanya.

Kemudian, Anton juga mengusulkan agar hak-hak SPM dicabut.

“Pemutusan hak-haknya sebagai warga binaan untuk remisi dan integrasi,” ujarnya.

Dengan adanya kejadian ini, Anton berjanji, pihaknya akan semakin gencar melakukan pengawasan dan razia di kamar hunian narapidana. Selain itu, jika ada lagi yang melakukan pelanggaran maka sanksi yang diberikan akan lebih berat. (ade/*)