Dugaan Korupsi Pemadam Kebakaran Depok, Jaksa Panggil Sandi Besok!

Seorang petugas Damkar protes dugaan korupsi Dinas Pemadam Kebakaran Depok (Depoktoday.com)
Seorang petugas Damkar protes dugaan korupsi Dinas Pemadam Kebakaran Depok (Depoktoday.com)

DEPOK – Kejaksaan Negeri Depok masih terus berlomba dengan waktu untuk membuktikan dugaan tindak pidana korupsi pada tubuh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok. Sang pelapor, Sandi Butar Butar dikabarkan akan menjalankan pemeriksaan pada esok hari, Jumat 28 Mei 2021.

“Besok saya dipanggil kejaksaan jam 09.00,” kata Sandi saat dikonfirmasi DepokToday pada Kamis, 27 Mei 2021.

Sandi mengatakan, dalam surat pemanggilannya dijelaskan, pihak Kejaksaan Negeri Depok bakal memintai keterangan dirinya terkait laporan atas dugaan korupsi Dinas Pemadam Kebakaran Depok.

“Di surat sih ditulisnya hanya meminta keterangan ditambah saya disuruh bawa barang buktinya,” kata Sandi.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Damkar, Razman Tantang Nyali Wali Kota Depok  

Sandi mengaku tidak datang sendiri, ia akan ditemani oleh Razman Arif Nasution selaku pengacaranya. “Iya besok saya datang sama bang Razman, mohon doa dan supportnya untuk membongkar kasus ini hingga tuntas,” kata Sandi.

Dugaan Korupsi Pemadam Kebakaran Depok Viral

Sebagai informasi, Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Depok telah memanggil 20 orang untuk mengklarifikasi dugaan tindak pidana korupsi pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok.

Dari total pihak yang dipanggil tersebut, tujuh orang diantaranya merupakan vendor sepatu dan pakaian dinas lapangan (PDL), sisanya sebanyak 13 orang merupakan pegawai honorer Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok.

Baca Juga : Intel Jaksa Sebut Dugaan Korupsi Damkar Makin Terang

Untuk diketahui, bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Depok telah merampungkan laporan data dan laporan keterangan terkait dugaan kasus korupsi pada Dinas Pemadam Kebakaran atau Damkar Kota Depok.

Tercatat, ada sekira 50 orang saksi yang telah menjalani pemeriksaan terkait kasus itu. Mereka adalah pihak-pihak yang dianggap mengetahui persoalan di Dinas Damkar Depok.

Dari hasil tersebut, kasus ini kemudian dilimpahkan dari intelijen ke Bidang Pidana Khusus atau Pidsus Kejaksaan Negeri Kota Depok untuk pendalaman.

“Patut diketahui juga tindak pidana korupsi ini kan ekstra ordinary crime, karena berhubungan dengan dokumen jadi penangananya tidak singkat,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Depok, Herlangga Wisnu Murdianto dikutip pada Kamis 20 Mei 2021.

Kasus dugaan korupsi ini muncul ke permukaan setelah salah seorang pegawai Damkar bernama Sandi Butar Butar memposting foto dirinya sedang meminta tolong kepada Presiden RI melalui selembar kertas karton.

Dalam kertas tersebut, intinya meminta Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengusut dugaan korupsi di dinas tempatnya bekerja. Aksinya itu viral media sosial dan mendapat perhatian dari publik. (ade/*)