Kejaksaan Depok Terima Berkas Perkara Tahap II Kasus Babi Ngepet, Kapan Sidang?

Perekayasa cerita babi ngepet, Adam Ibrahim sedang menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Depok saat penyerahan berkas perkara tahap II, Kamis 26 Agustus 2021. (DepokToday.com)
Perekayasa cerita babi ngepet, Adam Ibrahim sedang menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Depok saat penyerahan berkas perkara tahap II, Kamis 26 Agustus 2021. (DepokToday.com)

DepokToday – Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok telah menerima tahap 2 penyerahan berkas dan tersangka kasus penyebaran berita bohong babi ngepet, Adam Ibrahim alias Adam.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto mengatakan, penyerahan berkas dan tersangka kasus babi ngepet itu dilakukan setelah pihaknya menilai perkara telah P21 atau hasil penyidikan dinyatakan lengkap.

“Hari ini Kejaksaan Negeri Depok telah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti atas nama tersangka Adam Ibrahim alias Adam bin Haji Luki,” kata Herlangga di kantor Kejari Depok, Kamis 26 Agustus 2021.

“Tersangka disangkakan Pasal 14 ayat 1 ancaman hukumannya 10 tahun atau Pasal 14 ayat 2 ancamannya maksimal 3 tahun UU nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.”

Adam Ibrahim tak berkutik dicecar jaksa (DepokToday.com)
Adam Ibrahim tak berkutik dicecar jaksa (DepokToday.com)

Selanjutnya, kata Herlangga, tersangka akan dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sembari menunggu proses pelimpahan berkas ke Pengadilan Negeri Depok.

Baca Juga: Sempat Bikin Heboh Se-Indonesia, Ini Kelanjutan Kasus Babi Ngepet Depok

“Penahanan selama 20 hari kedepan terhitung mulai hari ini hingga tanggal 14 September 202 1 hingga akhirnya jaksa penuntut umum harus melimpahkan perkara dan surat dakwaannya kepada pengadilan Negeri Depok untuk selanjutnya dilakukan persidangan,” kata Herlangga.

Jaksa yang Tangani Perkara Hoax Babi Ngepet

Herlangga mengatakan, pihaknya pun telah menunjuk tiga orang jaksa sebagai JPU, “Jaksa yang ditunjuk adalah orang-orang yang profesional dan akan membuktikan fakta-fakta dalam penyidikan di persidangan nantinya,” lanjutnya.

Adam Ibrahim tersangka penipuan modus babi ngepet (Istimewa)
Adam Ibrahim (DepokToday.com)

Untuk diketahui, aksi tipu-tipu babi ngepet yang dilakukan oleh Adam Ibrahim, terjadi pada Senin 26 April 2021.

Adam berdalih, aksinya itu dilakukan karena terinspirasi dengan sejumlah laporan kehilangan uang di lingkungan tempat tinggalnya, di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok.

“Sehingga timbulah di hati dan pikiran saya dan kita semua ini mengatakan hal tersebut agar selesai permasalahan yang ada di tempat kita,” jelasnya.

Untuk memuluskan aksinya itu, Adam tak sendiri. Ia dibantu delapan orang warga sekitar. Ia bahkan membeli seekor anak babi hutan seharga Rp 900 ribu di toko online. “Namun pada akhirnya semua berjalan dalam keadaan yang salah sangat fatal. Saya akuin itu adalah kesalahan yang sangat fatal,” ujarnya.

“Sekali lagi atas kejadian ini saya memohon maaf yang sebesar-besarnya terutama untuk warga Bedahan, seluruh warga negara Indonesia,” timpalnya lagi. (ade/*)