Kehilangan Rumah, Nenek Buta Huruf Ini Ngadu ke Polisi  

Nenek Arpah (DepokToday, Rul)

BEJI– Perjuangan Arpah, wanita 69 tahun, warga Beji, Depok, Jawa Barat, dalam mencari keadilan atas tanah dan bangunannya usai dugaan ditipu oleh tetangganya sendiri sejak tahun 2016 lalu, belum juga menemukan titik terang. Padahal, kasus itu sempat bergulir di Pengadilan Negeri Depok atas perkara perdata.

Tak patah arang, Arpah pun terus berusaha hingga akhirnya laporan tersebut diterima oleh Polresta Depok dan telah ditangani oleh penyidik dari Unit Harta dan Benda (Harda) dengan nomor laporan polisi: LP/2143/K/IX/2019/PMJ/Resta Depok. Atas laporan itu, Arpah diduga menjadi korban penipuan pada pasal 372-378 Kitab Undang-undang Hukum Pidana atau KUHP.

“Alhamdulillah laporan kami telah diterima kepolisian dengan tujuan 378/372,” kata kuasa hukum Arpah, Agung, pada wartawan, Selasa 15 Oktober 2019

Saat ini, lanjut Agung, penyidik sedang mendalami laporan tersebut dengan memanggil sejumlah saksi termasuk akan memeriksa terlapor. “Sampai sekarang masih pemeriksaan saksi, kalau terlapor kita enggak tahu dia dimana,” katanya

Untuk diketahui, kejadian itu bermula ketika Arpah diajak oleh terduga pelaku berinisial AKJ (26 tahun) ke kantor notaris di kawasan Bogor, pada tahun 2016 lalu. Arpah yang tak bisa membaca hanya bisa menurut ketika tetangganya itu memintanya untuk menandatangi dokumen, yang belakangan baru disadari itu adalah sertifikat tanah miliknya, dengan luas sekira 103 meter persegi.

Setelah berhasil memperdaya Arpah, pelaku kemudian menyuruhnya pulang dan hanya membekali sang nenek dengan uang Rp 300 ribu. Arpah dan pihak keluarga baru menyadari jika sertifikatnya telah berpindah tangan setelah didatangi oleh pihak bank. Akibat ulah pelaku, Arpah pun kini tak lagi memiliki tempat tinggal. Ia terpaksa menumpang hidup dengan kerabat dan anak-anaknya.

“Saya tadinya enggak tahu itu buat apa. Saya kan enggak bisa baca. Pulangnya saya dikasih Rp 300 ribu. Udah itu aja. Eh enggak tahunya begini,” tuturnya dengan nada sedih,” katanya

Tak mampu menyembunyikan kesedihannya, Arpah pun mengutuk keras tindakan pelaku yang telah menzoliminya itu. “Saya ngenes, dunia akhirat saya enggak ridho. Saya enggak ikhlas. Saya mau semua kembali semula,” katanya dengan mata berkaca-kaca

Selain memberikan keterangan pada penyidik, Arpah dan kuasa hukumnya juga melampirkan sejumlah bukti-bukti diantaranya surat pernyataan pelaku yang sempat berjanji akan mengganti kerugian beberapa tahun lalu. Guna penyelidikan lebih lanjut, kasusnya ditangani Polresta Depok. (rul)