Kebobolan Empat Gol Tanpa Balas, Ini Kata Pelatih Timnas Indonesia

Shin Tae-yong.(Foto: Twitter @pssi)
Shin Tae-yong.(Foto: Twitter @pssi)

DUBAI—Sempat menahan imbang Vietnam tanpa gol di babak pertama, Timnas Indonesia akhirnya mengakui kekuatan Vietnam di babak kedua. Empat gol tanpa balas bersarang ke gawang Indonesia yang dikawal Nadeo Argawinata.

Bagaimana komentar Pelatih Indonesia, Shin Tae-yong, melihat hasil ini? Dalam jumpa pers sesuai laga, pelatih berpaspor Korea Selatan itu mengungkapkan alasannya. “Para pemain sudah bekerja keras,” ucap Shin dikutip situs resmi PSSI.

Pemain Indonesia meluapkan emosi.(Foto: Twitter @pssi)
Pemain Indonesia meluapkan emosi.(Foto: Twitter @pssi)

Kepemimpinan wasit pada laga tersebut juga dikomentari Shin.

“Sampai babak pertama skor imbang, tetapi suasana tiba-tiba berganti oleh pihak wasit. Saya adalah pelatih yang pernah mengalami Piala Dunia 2018, jadi kenapa bisa skornya jauh yang seharusnya tidak, dan AFC juga mungkin harus cek ulang untuk ini, agar kedepannya tidak terulang lagi hal seperti ini,” katanya.

DIBACA JUGA: Kalahkan Indonesia 4-0, Vietnam Kokoh di Puncak Klasemen Grup G

Menurut Shin, yang terjadi di pertandingan itu mengubah cara permainan timnya di laga tersebut.

“Jadi yang terjadi di babak kedua, kemasukan gol pertama itu memang dari wasit, dan hakim garis memang salah mengambil keputusan, karena itu pasti kena tangan pemain Vietnam, jadi karena itu jalannya pertandingan otomatis jadi susah bagi kami,” jelasnya.

Klasemen sementara Grup G.(Foto: Tangkapan Layar dari Google)
Klasemen sementara Grup G.(Foto: Tangkapan Layar dari Google)

“Iya, saya bicara terus soal wasit, karena bisa dilihat dari gol pertama yang seperti itu, dan akhirnya mempengaruhi jalannya pertandingan yang lebih berat ke Vietnam,” sambung Shin.

DIBACA JUGA: UEA Menang 3-1 Lawan Thailand, Selisih Poin dengan Vietnam Dua Digit

Keluhan Pelatih Timnas Indonesia

Setelah kemasukan tiga gol, Shin mengakui seharusnya Indonesia mendapatkan penalti.

“Tapi karena tidak dapat jadi alur laga makin ke lawan, jadi kita tidak bisa mengembangkan permainan, akhirnya mengalami kekalahan,” jelas Shin.

DIBACA JUGA: UEA dan Thailand Bisa Rebut Puncak Klasemen Grup G, Begini Skenarionya

Namun di luar itu semua, Shin tetap memandang bahwa masih adanya harapan bagi sepak bola di Indonesia.

“Bermain agresif sebenarnya bukan taktik saya, tapi ada beberapa pemain yang pernah bermain di SEA Games 2019, jadi kemauan mereka itu memang tinggi sekali, akhirnya sampai bertarung seperti itu. Saya mengucapkan terima kasih kepada para pemain karena secara mental para pemain sudah bekerja keras, ini menunjukkan sebuah harapan tentang sepak bola indonesia,” tutupnya. (tdr/*)