Dishub Kurang Sosialisasi Kontra Flow Lalu Lintas ARH

BEJI-Masyarakat di Kecamatan Beji meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok melakukan sosialisasi wacana kontra flow yang akan dilaksanakan pada Sabtu (31/8/2019).

“Kami dukung wacana kontra flow di Arif Rahman Hakim, namun gaungnya kurang viral atau kurang sosialisasi,” kata warga Beji, Suryadi Boges, saat membentangkan spanduk di Jalan Arif Rahman Hakim pada Kamis(29/8/2019).

Menurutnya, pemasangan spanduk di sejumlah jalanan oleh Dinas Perhubungan kurang strategis karena berada di lokasi tingkungan.

“Kami nilai pemasangan spanduk sosialisasi wacana kontra flow tidak terlihat dan tidak jelas serta tidak menjabarkan alur rekayasa lalu-lintas contra flow,” katanya.

Suryadi menambahkan, pihak Dishub juga harus mempersiapkan sarana dan prasarana saat perlengkapan kontra flow sehingga tidak menimbulkan masalah baru.

Suryadi menyatakan, penerapan kontra flow nantinya harus dibarengi dengan fasilitas marka jalan yang menunjang, jangan sampai program kontra flow malah menimbulkan masalah baru.

“Kami meminta penerapan sistem kontra flow harus dipastikan betul unsur keselamatan berkendaranya dengan memasang rambu atau simbol diberlakukannya sistem tersebut dengan jeda minimal 100 atau 200 meter dari titik lokasi penerapan,” jelasnya.

Dikonfirmasi wartawan terkait hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana, memaparkan, setiap kebijakan yang dilakukan telah melewati berbagai tahapan.

Kesiapan petugas di lapangan juga menjadi perhatian pihaknya. “Jadi, Dishub telah melakukan survei, mengolah data, menyusun konsep, menggelar diskusi, pengecekan lapangan, membuat regulasi dan nanti kita melakukan sosialisasi sampai dengan menyiapkan perlengkapan jalan,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, pada saat pelaksanaan uji coba, personel Dishub akan ditempatkan di pertigaan Jalan Nusantara hingga pada putaran Bank BNI Jalan Arif Rahman Hakim.

Menurutnya, akan ada 30 personel yang disiapkan. “Uji coba nanti juga telah dibahas dengan instansi terkait, seperti kepolisian dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Mudah-mudahan dapat berjalan dengan lancar,” harapnya.(aji)