Kasus Tawuran Pelajar, Orangtua: Pakai Otak Kalian

Tangis orangtua dan sejumlah pelaku tawuran di Depok (DepokToday,Rul)

DEPOK– Aparat kepolisian akhirnya berhasil mengamankan sebanyak 30 pelajar yang terlibat dalam aksi tawuran maut hingga berujung pada kasus pengrusakan gedung SMK Izzata-Arjuna, Depok, Jawa Barat. Dari puluhan siswa tersebut, lima diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka utama.

Data yang dihimpun menyebutkan, para pelaku dibekuk ditempat persembunyiannya masing-masing di wilayah Depok. Sementara itu, isak tangis orangtua dan sejumlah pelajar ini pun pecah ketika dipertemukan di Mapolresta Depok, pada Kamis malam, 17 Oktober 2019.

Sejumlah pelaku tampak tak kuasa menahan air mata penyesalannya ketika berhadapan langsung dengan keluarga masing-masing. Pada petugas, para orangtua ini pun mengaku tak menyangka sekaligus kaget, begitu mengetahui anak-anak mereka ternyata terlibat dalam serangkaian kasus yang belakangan ini menyita perhatian publik itu.

Salah seorang ibu bahkan tak kuasa menahan kekecewaannya.

“Jadilah anak yang kami banggakan, kami sayang sama kalian, kamu tahu kan untuk jajan saja masih minta. Kalian itu disekolahin biar pinter, biar bisa lebih baik dari kami,” katanya sambil menangis

“Jangan dikira gampang cari uang jajan, buat ongkos kalian. Belum lagi kalian yang merengek-rengek minta motor, minta pulsa, minta rokok, tapi kalian malah bolos sekolah, malah tawuran,” tuturnya lagi sambil menyeka air mata

Tak jauh berbeda dengan wanita tadi, seorang ibu lainnya juga tak kuasa meluapkan kepedihannya.

“Kita enggak tidur mikirin kalian, sampai kalian kami cari-cari. Pakai otaknya, buka hatinya, buka. Kalian semua kami lahirkan dengan kasih sayang, jadi anak baik, jadi yang kami bisa kami banggakan,” ujarnya

“Stop, sudah jangan sampai ada lagi tawuran cukup kali ini, jangan pernah ada korban lagi. Kalau kalian sayang kami, cukup. Amit-amit saya ada disini (kantor polisi) lagi. Enggak akan pernah. Kami malu.”

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 30 pelajar telah diamankan polisi lantaran diduga terlibat dalam aksi tawuran maut hingga aksi pengrusakan gedung sekolah di Depok, Jawa Barat belum lama ini.  Dari puluhan pelajar yang diciduk itu, lima diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka berikiut barang bukti sejumlah senjata tajam, batu, kayu, ban bekas dan besi. Kasusnya ditangani Polresta Depok. (rul)