Kasus Covid Tinggi, 25 RW Ini Berlaku Aturan PSKS

Dinkes Depok bersama sejumlah pihak meninjau kesiapan mall di tengah wabah COVID-19. (DepokToday.com)
Dinkes Depok bersama sejumlah pihak meninjau kesiapan mall di tengah wabah COVID-19. (DepokToday.com)

DEPOK– Jumlah trend kasus penyebaran Covid-19 di Kota Depok secara global mulai mengalami penurunan sejak beberapa pekan terakhir. Kendati demikian, masih terdapat 25 RW di sejumlah kelurahan dengan kasus konfirmasi positif. Terkait hal itu, pemerintah setempat pun akhirnya menetapkan wilayah tersebut dengan status Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menuturkan, kebijakan itu telah dituangkan dalam keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/235/Kpts/Dinkes/Huk/2020.

“Adapun hasil evaluasi kasus konfirmasi positif di setiap RW pada kelurahan dengan jumlah kasus sama dengan atau lebih dari 6 di Kota Depok, terdapat 25 RW yang ditetapkan PSKS dengan protokol yang diatur secara khusus,” katanya dikutip pada Jumat 5 Juni 2020

Adapun rincian RW yang ditetapkan berstatus PSKS adalah sebagai berikut:

  1. Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis di RW6
  2. Kelurahan Mekarsasi, Kecamatan Cimanggis di RW 6
  3. Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis di RW 2
  4. Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis di RW 8
  5. Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas di RW 4
  6. Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas di RW 13
  7. Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas di RW 1
  8. Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas di RW 7
  9. Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas di RW 20
  10. Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas di RW 17
  11. Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas di RW 7
  12. Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas di RW 6
  13. Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas di RW 8
  14. Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji di RW 11
  15. Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukmajaya di RW 6
  16. Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukmajaya di RW 5
  17. Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukmajaya di RW 8
  18. Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos di RW 9
  19. Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos di RW 11
  20. Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos di RW 14
  21. Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos di RW 7
  22. Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung di RW 5
  23. Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung di RW 2
  24. Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong di RW 4
  25. Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong di RW 9                                                                                                                                                                                                Lebih lanjut Dadang menuturkan, evaluasi angka reproduksi efektif (Rt) di Kota Depok per tanggal 4 Juni, didapatkan bahwa median Rt mencapai angka 0.44, setelah sebelumnya secara berturut-turut sejak tanggal 26 Mei 2020 telah mengalam penurunan angka Rt < 1.

“Yaitu tanggal 28 Mei 2020 sebesar 0.89, tanggal 31 Mei 2020 sebesar 0.44, dan tanggal 2 Juni 2020 sebesar 0.57. Besar harapan kami angka Rt ini terus mengalami penurunan dan tidak terjadi penularan Covid-19 di Kota Depok,” ujarnya

Dadang menambahkan, penurunan angka Rt ini, diharapkan seluruh warga semakin disiplin menerapkan protocol kesehatan dalam setiap dimensi kehidupan bermasyarakat di Kota Depok.

“Dan bukan berarti kita dapat melakukan aktifitas secara bebas sehingga euporia, akan tetapi kita harus tetap melaksanakan protokol dengan konsisten dan penuh kedisiplinan, sehingga tidak terjadi lonjakan kasus di kemudian hari.”

53 Persen Warga Depok Sembuh dari Covid

Jumlah orang yang sembuh dari infeksi Covid-19 di Kota Depok kembali bertambah pada Kamis, 4 Juni 2020. Data Gugus Tugas setempat mencatat, mereka yang berhasil pulih saat ini meningkat dari 305 orang.

“Alhamdulillah, adapun kasus konfirmasi yang sembuh hari ini bertambah 27 orang atau 53,32 persen dari seluruh kasus konfirmasi positif yang ada di Kota Depok,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana

Terkait hal itu, dirinya pun mengatakan, angka kesembuhan yang terus bertambah saat ini menjadi harapan semua pihak. “Maka dari itu diharapkan seluruh warga masyarakat memberikan dukungan kepada warga yang terdampak Covid-19, baik berupa dukungan moril, motivasi, maupun doa kesembuhan,” tuturnya

Namun demikian, kasus terkonfirmasi positif juga masih bertambah. Saat ini, jumlah orang yang terinfeksi positif Covid naik 6 kasus, menjadi 572 orang.  Dadang menyebut, dari tindaklanjut program rapid test Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan Swab di Labkesda dan PCR di Laboratorium RSUI.

Sedangkan untuk jumlah terkonfirmasi positif yang meninggal dunia sampai dengan hari ini tidak ada penambahan kasus, masih sama dengan sebelumnya, yakni 30 orang. Selain data diatas tadi, pemerintah setempat juga mencatat kasus terbaru pada sejumlah kategori.

Di antaranya, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) bertambah 3 kasus dengan total mencapai 1.874 orang. Selesai pemantauan 1.220 orang.

Kemudian, mereka yang masih dalam pemantauan 654 orang. Berikutnya, untuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) naik 22 kasus, menjadi 3.774 orang.

Terkait angka itu, selesai pemantauan 2.890 orang. Dan mereka yang masih dalam pemantauan terkait kasus itu 884 orang.

Selanjutnya, kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meningkat 5 kasus, menjadi 1.439 orang. Kemudian mereka yang selesai pengawasan untuk kasus itu 1.037 orang.

Masih terkait angka tersebut, jumlah orang dalam pengawasan 402 orang. Sedangkan untuk PDP yang meninggal dunia tidak ada penambahan kasus, masih sama dengan sebelumnya yakni 87 orang.

Namun demikian, status PDP merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena masih harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kemenkes RI.

“Diharapkan tidak ada yang memberikan stigma negatif kepada warga dan keluarga terdampak,” kata Dadang.(rul/*)