Kasus COVID-19, Depok Catat 21 Klaster Ponpes

Jubir Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana (Istimewa)

MARGONDA- Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana menyebut, sampai dengan saat ini, tercatat ada sebanyak 21 pondok pesantren (ponpes) yang terpapar virus tersebut, dengan jumlah kasus 485 orang.

“Yang terbaru, ada empat pesantren,” ujarnya pada Senin 26 April 2021.

Adapun empat ponpes itu di antaranya berinisial Ponpes ZSS sebanyak 25 kasus, Ponpes MD 46 kasus, Ponpes BQ 4 kasus, dan Ponpes A terpantau 1 kasus.

“Jadi meningkat saat ini. Itu yang berasal dari cluster pesantren yang ada di Depok, ada 21 pesantren, udah ada yang berasal dari luar Depok,” kata Dadang

Baca Juga: Dugaan Korupsi Damkar, Razman Tantang Nyali Wali Kota Depok  

Diduga, penularan terjadi akibat lemahnya kepatuhan pada penerapan protokol kesehatan (prokes). Kemudian banyak penghuni yang keluar-masuk.

“Artinya anak-anak boarding tapi pengajar atau mungkin catering, pesan makan dari luar, itu yang tidak terkontrol, apalagi ada beberapa pesantren yang kurang kooperatif terhadap satgas (satuan tugas).”

Untuk kasus yang sampai saat ini belum selesai, kata Dadang, terjadi di Ponpes ZSS dengan jumlah 25 kasus. Sebagian besar dari mereka adalah santri dan menjalani perawatan secara mandiri.

“Dua dirawat di rumah sakit, sisanya isolasi mandiri di pesantren,” katanya

Mereka yang menjalani isolasi mandiri atau isoman, dilarang berinrteraksi ke dunia luar selama 14 hari.

“Sesuai pedoman Permenkes (peraturan menteri kesehatan) aja. Selama 14 hari isoman dilihat perkembangan, mudah-mudahan enggak ada gejala,” ujarnya

Dadang menyebut, pada kasus Ponpes ZSS, mereka yang terpapar mengalami gejala sejak Senin pekan lalu. “Lalu swab PCR mandiri dan diketahui lah hasil itu (positif).”

Terkait hal itu, Dadang mengaku Pemerintah Kota Depok sedang melakukan evaluasi soal klaster pondok pesantren.

“Kami sarankan agar SKB (Surat Keputusan Bersama) empat menteri dievaluasi,” tuturnya. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here