Kasus Corona di Depok: Positif Bertambah 231, Sembuh 15 Orang

Rapid test di Depok (istimewa)

MARGONDA– Jumlah korban terinfeksi virus Corona (Covid-19) di Kota Depok kembali naik pada Kamis, 23 April 2020. Data pemerintah setempat mencatat, jumlah pasien positif dari 222 orang, kini bertambah menjadi 231 orang.

Namun demikian, untuk jumlah pasien yang berhasil sembuh bertambah dari 13 orang menjadi 15 orang. Sedangkan korban meninggal dunia dengan status positif 17 orang. Selain data tersebut, pemerintah setempat juga mencatat data terbaru pada sejumlah kategori.

Di antaranya, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) dari 866 orang menjadi 879 orang. Selesai pemantauan naik dari 69 orang, menjadi 74 orang. Sedangkan mereka yang masih dalam pemantauan dari 797 orang, jadi 805 orang.

Kemudian, untuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dari dari 2.582 orang, menjadi 2.633 orang. Dari angka itu, selesai pemantauan meningkat, dari 752 orang, menjadi 776 orang. Dan mereka (ODP) yang masih dalam pemantauan saat ini naik dari 1.830 orang menjadi 1.857 orang.

Selanjutnya, untuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari 956 orang, menjadi 978 orang. Selesai pengawasan untuk kasus itu bertambah dari 221 orang, menjadi 228 orang.

Masih terkait angka tersebut (PDP), jumlah orang yang masih dalam pengawasan, dari 735 orang, menjadi 750 orang. Sedangkan jumlah PDP yang meninggal bertambah dari 44 orang, kini 46 orang.

Terkait hal itu, Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana kembali mengingatkan, status PDP merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kemenkes RI.

“Dengan meningkatnya kasus konfirmasi ini, agar menjadi perhatian kita semua untuk lebih extra waspada terhadap penyebaran Covid-19 di Kota Depok,” katanya

Sementara itu, Wali Kota Depok, Mohammad Idris juga mengimbau agar warga menjalankan seluruh arahan dan protokol yang dikeluarkan pemerintah.

“Stop penyebaran Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, gunakan masker kain jika terpaksa harus keluar rumah dan ikuti protokol pemerintah,” kata Idris. (rul/*)