Kasus Corona di Depok: Positif 188, Meninggal 16

Penyemprotan disinfektan di Depok (istimewa)
MARGONDA– Jumlah orang yang terjangkit virus Corona (Covid-19) di Kota Depok kembali mengalami peningkatan. Pemerintah setempat mencatat, jumlah pasien positif dari 173 orang, saat ini bertambah menjadi 188 orang pada Minggu, 19 April 2020.
      Sedangkan data untuk pasien sembuh masih sama dengan hari sebelumnya, yakni 12 orang. Dan untuk korban meninggal dunia dengan status positif 16 orang.
       Selain itu, data terbaru juga menunjukkan adanya kenaikan pada sejumlah kategori. Diantaranya, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) dari 778 orang, kini menjadi 843 orang. Selesai pemantauan 57 orang dan masih dalam pemantauan sebanyak 786 orang.
       Kemudian, untuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dari 2.490 orang, kini mencapai 2.514 orang. Dari angka itu, selesai pemantauan meningkat dari 585 orang menjadi 711 orang dan masih dalam pemantauan 201 orang.
       Selanjutnya, untuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari 865 orang, saat ini menjadi 876 orang. Selesai pengawasan dari 184 orang, bertambah jadi 201 orang.
       Dan terkait angka tersebut yang masih dalam pengawasan, dari 681 orang berkurang menjadi 675 orang. Sedangkan jumlah PDP yang meninggal dunia dari 40 orang, kini menjadi 42 orang.
       Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana kembali mengingatkan, status PDP merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kemenkes RI.
       “Dengan meningkatnya kasus konfirmasi ini, agar menjadi perhatian
kita semua untuk lebih extra waspada terhadap penyebaran Covid-19 di Kota Depok,” katanya
        Sementara itu, Wali Kota Depok, Mohammad Idris juga mengimbau agar warga menjalankan seluruh arahan dan protokol yang dikeluarkan pemerintah.
       “Stop penyebaran Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, gunakan masker kain jika terpaksa harus keluar rumah dan ikuti protokol pemerintah,” kata Idris (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here