Kapolda Ungkap Kejanggalan Data Vaksin COVID-19 di Depok, Ternyata Gegara Ini

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Muhammad Fadil Imran saat mengunjungi gerai vaksin COVID-19 di Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok, Selasa 28 September 2021. (DepokToday.com)
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Muhammad Fadil Imran saat mengunjungi gerai vaksin COVID-19 di Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok, Selasa 28 September 2021. (DepokToday.com)

DepokToday – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran mengatakan, data masyarakat yang telah memperoleh vaksin COVID-19 masih terjadi perbedaan dengan kondisi riil di lapangan, seperti di Kota Depok.

Diungkapkan Fadil, temuan itu salah satunya seperti yang terjadi di Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo. Secara riil di lapangan, warga setempat yang telah mendapatkan vaksin diangka 80 persen, namun yang terdata sistem barulah 60 persen.

“Kalau kita klaim disini sudah 80 persen tapi by sistem baru 60 persen,” kata Fadil saat meninjau gerai vaksinasi merdeka di kelurahan tersebut, Selasa 28 September 2021.

Kapolda mengatakan, salah satu penyebab tidak sinkronnya data dengan kondisi riil di lapangan karena domisili berbeda dengan KTP.

“Sebenanya secara data riil sudah lebih banyak, hanya yang terdata masih dibawahnya, karena banyak masyarakat domisili Depok tapi KTP Jakarta begitupun sebaliknya,” kata Fadil.

Kapolda Ungkap Kejanggalan Data Vaksin Depok

Sementara, kata Fadil, aplikasi pencatatan data vaksinasi berdasarkan dengan domisili, sehingga masyarakat Depok yang melakukan vaksinasi di Jakarta atau wilayah lainnya, tidak otomatis tercatat sebagai penerima vaksin.

“Jadi aplikasinya ini by domisili bukan KTP, itu harus disempurnakan,” kata Fadil, di dampingi Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar dan Dandim 0508/Depok, Kolonel Inf Agus Israk Miraj.

Raffi Ahmad bersama Kapolsek Cinere Kompol Tata Irawan serta TNI dan Nakes berfoto bersama usai kegiatan pemberian vaksin. (Istimewa)
Raffi Ahmad bersama Kapolsek Cinere Kompol Tata Irawan serta TNI dan Nakes berfoto bersama usai kegiatan pemberian vaksin. (Istimewa)

Sebagai solusi jangka pendeknya, Kapolda mengimbau kepada masing-masing ketua RT dan RW di sejumlah wilayah, khususnya Depok untuk melakukan pendataan secara manual tentang jumlah warga yang sudah tervaksin di lingkungannya.

“Sinkronisasi data bisa dibantu dengan manual data, jadi kita ada pertangungjawaban,” katanya yang juga di dampingi Kapolsek Cinere, Kompol Tata Irawan.

Sebagai informasi, Polda Metro Jaya menggelar 914 gerai vaksinasi di wilayah aglomerasi Depok, Bekasi, Tangerang. Target dari gerai tersebut adalah meningkatkan pencapaian warga tervaksin hingga 70 persen pada dosis pertama. (ade/*)