Kapal Kemenkumham Tenggelam di Nusakambangan, Dua Orang Tewas

Kapal terbalik di Nusakambangan (Foto: Istimewa)
Kapal terbalik di Nusakambangan (Foto: Istimewa)

DepokToday- Kabar duka kembali datang dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Kali ini, Kapal Pengayoman dilaporkan tenggelam di perairan Nusakambangan saat menuju Dermaga Sodong, pada Jumat September 2021.

Data yang dihimpun menyebutkan, kapal tersebut mengangkut 2 dump truk bermuatan pasir dan satu sepeda motor serta tujuh penumpang termasuk Anak Buah Kapal (ABK). Akibat kejadian itu, arus transportasi antar pelabuhan ditutup sementara.

Kepala Kantor Pertolongan dan Pencarian (Basarnas) Cilacap I Nyoman Sidakarya mengungkapkan, kejadian itu bermula saat kapal hendak menuju Dermaga Sodong. Namun sekira pukul 09:00 WIB, kapal oleng miring sehingga beban bergeser ke pinggir kapal dan akhirnya terbalik karena dihantam arus disertai angin kencang

Akibat peristiwa itu, seluruh muatan di dalam kapal ikut tenggelam, sedangkan untuk tujuh penumpang dalam kapal tersebut lima orang selamat, sedangkan dua lainnyameninggal dunia.

Baca Juga: Prihatin, Baim Wong Ingin Berdayakan Sejumlah Warga Miskin Depok

Adapun identitas korban meninggal dunia yakni, Wahyu Hidayat Bendahara Lapas Batu Nusakambangan dan Kardim sopir.

“Untuk memastikan tidak ada korban lain, petugas gabungan lakukan penyelaman dari unsur Lanal, Polres Cilacap, PASI dan Basarnas dengan menerjunkan sekitar 20 penyelam,” katanya disitat dari serayunews.com.

Kondisi Kapal yang Tenggelam di Nusakambangan

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan atas insiden tersebut terkait dengan keselamatan kapal. Sedangkan untuk proses selanjutnya, alur pelayaran antar pelabuhan ditutup sementara.

Berdasarkan keterangan pihak Lapas, Kapal Pengayoman IV sudah beroperasi sejak tahun 2012 dan perawatan sudah dilakukan sekira empat bulan lalu, di bawah kendali Lapas Batu.

“Itu bukan barang baru bagi kami, kedepan akan berikan masukan kepada pimpinan untuk memperhatikan transportasi kapal dan transportsi lainnya, untuk petugas lapas di Nusakambangan yang berjumlah sembilan Lapas,” kata Fajar Nur Cahyono Kepala Lapas Pasir Putih Nusakambangan. (rul/*)