Kantor KPU Disterilisasi Pasca Temuan COVID di Bawaslu  

Kantor KPU Depok disterilisasi (Istimewa)

MARGONDA– Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, melakukan sterilisasi di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan gedung pemerintah setempat pada Kamis 20 Agustus 2020. Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana pada DKPK Kota Depok, Denny Romulo Hutauruk menuturkan, sterlisasi dilakukan dengan menyemprot cairan disinfektan menggunakan Thermal Fogger COVID-19. Ia mengaku, alat ini baru kali pertama digunakan di Kota Depok.

Dijelaskan Denny, kelebihan Thermal Fogger COVID-19 adalah dapat mengeluarkan uap yang bisa mengurai, dan dinilai efektif memusnahkan virus di udara.

“Alat sebelumnya tidak bisa mengurai di udara, karena tidak mengeluarkan uap hanya cairan air, kalau alat ini mengeluarkan uap,” katanya

Denny menuturkan, pada hari ini ada tiga titik lokasi yang dilakukan sterilisasi. Yakni, kantor KPU Depok, kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan gedung Pemerintah Kota Depok.

Ketika disinggung apakah penyemprotan disinfektan di KPU ada kaitannya dengan temuan kasus positif COVID-19 di Bawaslu Depok, Denny mengaku langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi.

“Ini hanya sebagai langkah antisipasi, lebih baik kita waspada dengan melakukan penyemprotan disinfektan.”

DPKP Kota Depok sterilisasi Kantor KPU Depok (Istimewa)

Untuk diketahui, sejumlah anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok, Jawa Barat, terpaksa menjalani isolasi mandiri akibat ada temuan kasus positif COVID-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana membenarkan informasi tersebut.

“Untuk Bawaslu, betul ada kasus positif, saat ini sedang proses terapi dan isolasi,” katanya pada Minggu 16 Agustus 2020

Dadang mengatakan, ada dua anggota Bawaslu yang terindikasi positif. Namun ia enggan menyebut identitasnya.

“Saya tidak menyebutkan posisinya sebagai apa, tapi ada 2 kasus positif di  Bawaslu.”

Kemudian setelah dilakukan penelusuran, ada tujuh orang yang kontak erat dan diharuskan menjalani swab.

“Untuk kontak erat sedang ditracing dan dilakukan isolasi mandiri. Selanjutnya akan segera dilakukan swab test, direncanakan hari Selasa,” ujarnya

Dadang menambahkan, pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan pihak Bawaslu Depok.

“Ketua Bawaslu juga sudah sigap melakukan mitigasi dalam kasus ini.” (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here