Kantongi Restu Jokowi, UP Akan Jadi Kampus Negeri?

Pimpinan UP (DepokToday, Rul)

JAKARTA– Rencana Universitas Pancasila (UP) untuk merubah statusnya dari perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri atau PTN diklaim telah mengatongi restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun belakangan, pihak yayasan kampus itu justru memilih untuk berfikir ulang. Lalu apa alasanya?

“Ya memang kebetulan ketua penegerian UP ada di saya. Sebetulnya persiapannya sudah matang, sampai Presiden Jokowi juga sudah setuju,” kata Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan dan Pembina UP Prof. Edie Toet Hendratno pada wartawan di kampus tersebut, Jumat 1 November 2019

Edie menegaskan, rencana awal perubahan status itu bukan karena UP mempunyai masalah. Menurutnya hal itu lebih kepada penghormatan terhadap nama besar kampus.

“Kami universitas yang tidak punya hutang, aset kami besar dan perkembangannya juga positif tidak ada konflik antara yayasan dan universitas, sehingga tidak ada agenda lain selain karena membawa nama besar pancasila,” bebernya

Edi menjelaskan, ide perubahan status tersebut awalnya dilontarkan oleh almarhum Taufiq Kiemas, yang kala itu menjabat sebagai Ketua MPR.

“Beliau saat itu mengatakan, karena namanya pancasila harusnya dikelola negara. Jadi beliau yang bersemangat untuk mensosialisasikan penegerian ini, ya saya ngikuti saja,” ujarnya

Namun ditengah perjalanan, saat pihak yayasan UP melakukan audiensi dengan menteri dan presiden, Taufiq Kiemas mengungkapkan ada sekira 31 universitas yang telah berubah status menjadi perguruan tinggi negeri justru berujung pada persoalan. Salah satunya yang cukup serius adalah soal kesejahteraan dosen dan pegawai.

“Masalah yang muncul adalah soal gaji yang malah menurun sehingga demo ke kementerian. Cerita itulah yang akhirnya membuat kita mengevaluasi diri. Kita (UP) tak ingin menambah kesulitan pemerintah.”

Atas dasar itulah, lanjut Edi, pihaknya pun akhirnya sepakat untuk menunda dulu wacana tersebut sampai situasi membaik.

“UP ini ada pembina ada pengawas. Di UP itu secara de fakto tidak ada pemiliknya. Pemiliknya ya kami-kami disini karena pengabdian.”

Para pembina UP, kata Edi, adalah tokoh-tokoh yang sudah selesai dengan persoalan ekonomi dan murni mendedikasikan dirinya hanya untuk pengabdian pada dunia pendidikan.

“Saat itu kami berfikir, kami lama-lama makin tua. Ya kalau semua generasi berikutnya komitmennya sama seperti kami alhamdulillah, ya kalau tidak kan repot. Sehingga lebih baik diurus oleh pemerintah, agar pemrintah ikut jaga. Itulah sebetulnya gagasan secara sederhana, sehingga kita ingin ke negerikan,” paparnya

Tunggu Gebrakan Nadiem

“Jadi alasannya karena kita menyandang nama yang luar biasa sakral yaitu pancasila. Nah ini harus diurus oleh negara, kalau negara yang urus pasti beres, itulah yang jadi dasar. Tapi nanti kita lihat lagi gimana dengan menteri yang baru,” ucap Edi

Dengan posisi Nadiem Makarim sebagai Mendikbud, Edi pun optimis akan ada gebrakan-gebrakan mengejutkan yang penuh dengan inovasi positif di dunia pendidikan.

“Orang yang usinya 35 tahun kan beda. Sebagai yayasan saya nunggu menteri yang masih muda ini. Feeling saya beliau akan mengeluarkan kebijakan yang tidak kami kira. Saya yakin apapun itu pastinya untuk kebaikan dunia pendidikan.”

Sementara itu, Rektor UP, Prof Wahono Sumaryono mengatakan, pada usia UP yang ke-53 tahun ini, pihaknya semakin menunjukkan komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Beragam prestasi telah diperoleh antara lain, meraih peringkat ke-45 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Indonesia dari total 2.141 PTN dan PTS yang ada di Indonesia. Kemudian meraih peringkat 5 terbaik se-DKI Jakarta di Tahun 2019 versi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI).

Peringkat 16 PTS Terbaik di Indonesia pada tahun 2019 serta Peringkat 32 Kampus Terhijau di Indonesia tahun 2018 oleh UI Green Metric.

“Meningkatnya kualitas pendidikan ini mendorong prestasi mahasiswa, dimana hal ini dibuktikan dengan peraihan juara dua pada lomba nasional Indonesian Energy Innovation Challenge 2019 oleh mahasiswa Teknik Mesin,” katanya

Selanjutnya ada pula perolehan gold medal oleh Tim Teknik Mesin dan Teknik Elektro pada acara Regional Educators and Students Product Exhibition (RESPEX) 2019 di Portdicson Malaysia, perolehan prestasi tim Psikologi yaitu juara dua Lomba Desain Intervensi Sosial dan Juara Favorit Film Pendekpada lomba Positive Psychology Student Festival 2019 yang diselenggarakan oleh Ap2i Indonesia.

“Dan juga perolehan di bidang olahraga oleh Tim Tarung Derajat UP 1 emas, 2 perunggu dan Tim Atlet Taekwondo UP mendapatkan 6 medali emas, 3 medali perak dan 8 medali perunggu.” (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here