Kalah Mulu di Ranjang, Alasan A Nekat Habisi Istri Kedua

Tersangka berinisial A mengungkapkan sejumlah alasan tega menghabisi nyawa istri keduanya. (DepokToday.com)
Tersangka berinisial A mengungkapkan sejumlah alasan tega menghabisi nyawa istri keduanya. (DepokToday.com)

MARGONDA-  Polisi telah berhasil meringkus pelaku pembunuhan sadis yang menewaskan seorang wanita muda di rumah kontrakan kawasan Cipayung, Depok. Dari hasil penyelidikan pun terungkap, korban ternyata berstatus sebagai istri kedua.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Imran Edwin Siregar mengungkapkan, pelaku tak lain adalah suami korban sendiri, ia berinisial A.

Pria itu diringkus Tim Jatanras Polda Metro Jaya di tempat istri pertamanya, di kawasan Cilebut, Bogor, beberapa hari lalu.

“TSK ini sebenarnya ada 2 LP. Jatanras Polda menangani pencurian Hp, di Depok menangani 338 (pembunuhan),” kata Imran dalam keterangan resminya pada Senin 12 Juli 2021.

“Kerja sama Polres Depok dengan Jatanras Polda. Polda dulu yang mengamankan pelaku, dari situ pintu untuk kasus ini terungkap,” sambungnya.

Lalu apa alasan tersangka nekat menghabisi sang pujaan hati? Dihadapan awak media, A mengaku jengkel lantaran kerap dihina oleh korban.

“Saya sering dihina, laki nggak berguna, laki nggak bisa apa-apa. Nggak bisa muasin dia,” katanya dengan nada melas.

Korban, tadinya adalah seorang guru PAUD sebelum akhirnya menjadi istri kedua pelaku. Ia dihabisi dengan modus ajakan bercinta.

“Saya pura-pura ngajak hubungan intim terus ada cutter samping saya, saya ambil. Saya tusuk dua kali,” tuturnya.

Kronologi A Bantai Istri Kedua

Jumat pagi, 9 Juli 2021, A bertemu dengan istri keduanya itu di rumah kontrakan yang baru mereka sewa sekira tiga minggu lalu.

Saat itu, keduanya terlibat cek cok. Emosi A yang kerap dihina oleh korban akhirnya tak terbendung. Ia kemudian nekat menghabisi nyawa kekasih gelapnya itu dengan modus ajakan bercinta.

Korban tewas dengan kondisi tanpa busana penuh luka tusuk pada bagian leher.

Kasus ini terungkap ketika korban, yang diketahui bernama Rani (31 tahun) itu ditemukan warga di dalam kamar mandi dengan kondisi bersimbah darah. Rani sempat meronta kesakitan sehingga mengundang kecurigaan warga.

Saat itu, posisi kamar mandi terkunci dari luar. Beberapa saksi kemudian mendobrak dan menemukannya dalam kondisi mengenaskan. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nahas nyawanya tak tertolong.

Kini, A hanya bisa menyesali perbuatannya. Ia diancam dengan jeratan Pasal 338 tentang pembunuhan yang sanksinya 15 tahun penjara. (rul/*)