Kalah Dalam Adu Penalti Selalu Kejam Bagi Sebuah Tim

Hasil akhir pertandingan Prancis melawan Swiss yang berakhir dengan skor 7-8 untuk kemenangan Swiss.(Foto: Twitter Equipe de France)
Hasil akhir pertandingan Prancis melawan Swiss yang berakhir dengan skor 7-8 untuk kemenangan Swiss.(Foto: Twitter Equipe de France)

BUKAREST—Kalah dalam adu tendangan penalti memang menyakitkan. Itulah yang dirasakan Prancis usai dikalahkan Swiss pada babak 16 besar Piala Eropa 2020.

Sudah jatuh tertimpa tangga, pepatah ini berlaku bagi Prancis yang selain menelan kekalahan dari Swiss, tetapi juga membuat runner-up Piala Eropa 2016 itu tersingkir.

Prancis harus menerima kenyataan pahit kala bertanding dengan Swiss di Stadion Nasional, Bukarest, Rumania, Selasa 29 Juni 2021 dini hari WIB.

Anak asuh Didier Deschamps ini kalah dalam adu tendangan penalti. Padahal Prancis sempat memimpin dengan skor 3-1, setelah sebelumnya tertinggal 0-1 dari Swiss.

Mario Gavranovic mencetak gol penyeimbang 3-3 ketika melawan Prancis di menit 90.(Foto: Twitter Euro2020)
Mario Gavranovic mencetak gol penyeimbang 3-3 ketika melawan Prancis di menit 90.(Foto: Twitter Euro2020)

Petaka bagi Prancis datang ketika Swiss berhasil mempersempit ketertinggalan menjadi 2-3, dan Swiss sukses menyamakan skor 3-3 di penghujung babak kedua.

Karena kedua tim tak bisa mencetak gol di dua kali babak perpanjangan waktu, pertandingan akhirnya dilanjutkan melalui adu tendangan penalti untuk mencari sang pemenang.

DIBACA JUGA: Belanda dan Portugal Gagal, Lampu Kuning Buat Prancis saat Lawan Swiss

Setelah sembilan tendangan penalti yang sukses masuk menjadi gol dalam adu penalti, penendang terakhir Prancis, Kylian Mbappe, gagal mencetak gol karena bola berhasil ditepis kiper Swiss, Yann Sommer.

Ekspresi kegembiraan Yann Sommer setelah berhasil menggagalkan penalti Kylian Mbappe.(Foto: Twitter Euro2020)
Ekspresi kegembiraan Yann Sommer setelah berhasil menggagalkan penalti Kylian Mbappe.(Foto: Twitter Euro2020)

Prancis kalah sekaligus tersingkir dari Piala Eropa 2020, sedangkan Swiss lolos ke babak perempat final bertemu Spanyol.

“Kami melakukan apa yang kami perlukan untuk unggul 3-1 dan kemudian kami menunjukkan kelemahan, sesuatu yang tidak biasa bagi kami. Kalah dalam adu penalti selalu kejam bagi sebuah tim,” tegas Pelatih Prancis, Didier Deschamps kepada TF1.

“Kylian Mbappe sangat sedih, seperti semua pemain, tetapi tidak ada yang bisa marah padanya karena dia mengambil tanggung jawab untuk mengambil penalti kelima,” sambung Deschamps.

Sementara itu, Pelatih Swiss, Vladimir Petkovic, mengatakan pertandingan melawan Prancis malam itu sangat emosional. “Itu adalah pertandingan yang emosional, mungkin terlalu emosional!” Kata Petkovic.

Penjaga gawang Swiss, Yann Sommer,  menyatakan malam itu menjadi malam yang luar biasa karena untuk pertama kalinya Swiss lolos ke perempat final.

“Itu adalah kesempatan kami untuk akhirnya lolos ke babak 16 besar, karena kami tidak pernah berhasil sebelumnya. Luar biasa, kami bermain dengan hati dan karakter. Ini luar biasa,” ujar Sommer kepada EURO2020.com.

Sommer tidak percaya timnya bakal menaklukkan Prancis dan lolos ke perempat final.

“Itu selalu ‘segalanya mungkin’. Kami percaya. Kami mengatakan sebelum pertandingan bahwa kami adalah negara kecil, tetapi kami memiliki banyak kualitas dan banyak pengalaman dan kami menunjukkannya malam ini,” jelasnya.

(tdr/*)