KAI Sosialisasikan Keselamatan di 33 Perlintasan Sebidang Secara Serentak

0
62
Sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang kereta api yang di lakukan pihak PT KAI.(Foto: kai.id/Kereta Api Kita)

JAKARTA—PT Kereta Api Indonesia (KAI) mensosialisasikan keselamatan di 33 titik perlintasan sebidang kereta api di Jawa dan Sumatera secara serentak, Rabu (14/10/2020).

Hal ini dilakukan PT KAI agar para pengguna jalan selalu mematuhi rambu lalu lintas saat melintasi pelintasan sebidang kereta api.

Selain itu, sosialisasi juga dilakukan menyusul seringnya terjadi kecelakaan di area tersebut dan telah memakan banyak korban serta kerugian lainnya.

KAI mencatat, sejak Januari 2020 hingga awal Oktober 2020, terdapat 198 kecelakaan di pelintasan sebidang kereta api.

Sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang KA diselenggarakan KAI dengan menggandeng beberapa pihak seperti TNI, Polri, Dinas Perhubungan, pemerintah daerah, Jasa Raharja, Jiwasraya, serta komunitas pencinta kereta api.

“Sosialisasi keselamatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang. Sehingga harapannya angka kecelakaan di perlintasan sebidang dapat ditekan,” ujar VP Public Relations KAI, Joni Martinus, melalui siaran persnya.

Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan membentangkan spanduk dan membagikan pamflet yang berisi peraturan dan tata cara berkendara saat melewati perlintasan sebidang, beserta peraturan-peraturan yang mengatur. Imbauan juga disampaikan melalui pengeras suara agar pengguna jalan selalu berhati-hati.

Perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang. Banyaknya perlintasan sebidang di sepanjang rel dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat pengguna kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalan kereta api. Hal tersebut juga menjadikan perlintasan sebidang sebagai salah satu titik rawan kecelakaan.

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, pengguna jalan diwajibkan menaati aturan dengan berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain. Pengguna jalan juga wajib mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel. Aturan tersebut telah tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114.

Joni mengatakan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang akan terus dilakukan. Ia juga berpesan kepada masyarakat pengguna jalan agar dapat berdisiplin dan mengutamakan keselamatan.

“Dengan tertibnya masyarakat pengguna jalan dan peran optimal seluruh stakeholder, diharapkan keselamatan di perlintasan sebidang dapat terwujud. Sehingga perjalanan kereta api tidak terganggu dan pengguna jalan juga selamat sampai di tujuan,” tutup Joni.

(tdr/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here