KAI Luncurkan Rail Clinik untuk Antisipasi Corona

Rail clinik (istimewa)

DEPOK- Wabah virus covid-19 (corona), telah menjadi pusat perhatian dunia karena telah menyebar dan menelan cukup banyak korban jiwa. Berbagai langkah untuk menangkal penyebaran virus berbahaya itu pun kian gencar dilakukan sejumlah negara, tak terkecuali di Indonesia.

Sebagai salah satu moda transportasi massal, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI pun tidak ingin mengabaikan fenomena tersebut. Dan untuk mengantisipasi adanya hal yang tak diinginkan terkait virus corona, salah satu upaya kongkrit yang dilakukan KAI ialah dengan menghadirkan kereta kesehatan atau rail clinic bagi warga sekitar dan stasiun. Kali ini, rail clinic itu hadir di Stasiun Depok dan Stasiun Bogor.

“Dijalankannya rail clinic ini adalah sebagai upaya KAI agar tidak terjadi penyebaran virus corona di area stasiun dan kereta api,” kata Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro saat ditemui di Stasiun Depok pada Jumat 6 Maret 2020

Edi menuturkan, sedikitnya ada lima dokter umum, satu dokter gigi, dua perawat gigi, dua bidan, satu apoteker dan 20 paramedis yang siaga di rail clinic di stasiun tersebut.  Kemudian, KAI juga melakukan pelayanan langsung kepada masyarakat berupa, pembagian masker, pembagian pamflet dan penyuluhan kesehatan tentang virus corona dan pencegahannya.

“Kami juga ada edukasi, himbauan menjaga kebersihan, etika batuk dan bersin, serta pemasangan banner edukasi terkait virus corona di area stasiun,” ujarnya

Selain sosialisasi pencegahan melalui kegiatan rail clinic, PT KAI juga fokus dalam hal kebersihan sarana kereta. Seperti, melakukan pencucian interior dan eksterior kereta secara rutin setiap sebelum perjalanan dengan menggunakan bahan kimia untuk sterilisasi.

KAI juga menyiagakan petugas kebersihan baik di stasiun maupun selama perjalanan. Bantal yang disediakan di kereta pun selalu dalam kondisi baru tercuci bersih setiap pergantian penumpang.

Tak hanya itu saja, sejumlah stasiun yang berada di area Daop 1 Jakarta kini juga tersedia hand sanitizer alkohol 70-80 persen di beberapa titik lokasi strategis pada area stasiun, seperti pos kesehatan, meja check boarding, dan loket.

Edi pun berharap, ada kerjasama yang baik antara para pengguna jasa kereta. Salah satunya dengan menggunakan masker jika sedang tidak sehat

“Selain itu, kami juga mengimbau pengguna jasa kereta api agar menjaga kebersihan di area stasiun demi menghormati kenyamanan pengguna lainnya, seperti tidak membuang air liur (meludah) sembarang tempat, dan menggunakan penutup mulut saat batuk atau bersin.

Lebih lanjut Edi menuturkan, pihaknya juga telah menyediakan pos kesehatan di 89 stasiun di Jawa dan Sumatera bagi penumpang yang ingin memeriksa kesehatan.

“Upaya-upaya preventif penyebaran virus corona terus kami Iakukan baik di atas kereta maupun stasiun. Kami juga mengajak pengguna KA untuk sama-sama proaktif mencegah penyebaran virus corona.” (rul/*)