Kabar Baik, Kasus Covid-19 di Depok Cenderung Menurun

Wali Kota Depok Mohammad Idris (DepokToday, Eru)

MARGONDA-Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Depok mengumumkan angka reproduksi kasus Covid-19 di Kota Depok, hingga hari ke-88 (25 Mei 2020) telah banyak mengalami penurunan.

“Penurunan ini adalah dampak intervensi program yang dijalankan dalam penanggulangan Covid-19 dan partisipasi warga dalam mendukung kebijakan dan protokol pemerintah,” ungkap Wali Kota Depok, Mohammad Idris melalui rilis Gugus Tugas PP Covid-19 Kota Depok, Kamis (28/5/2020).

Meskipun demikian, Ketua Gugus Tugas PP Covid-19 Kota Depok ini mengingatkan masyatakat masih harus extra waspada karena Rt Kota Depok masih >1 (1,39), berdasarkan perhitungan dari data real yang ada pada GTPPC Kota Depok.

Dari data yang dihimpun Gugus Tugas, perkembangan Covid-19 pada Kamis (28/5/2020), yakni angka positif sebanyak 547 (penambahan 3), sembuh 197 (penambahan 18), meninggal 30 (penambahan 2), OTG 1730 (penambahan 60), ODP 3733 (penambahan 0), dan PDP 1428 (penambahan 2).

“Penambahan kasus konfirmasi positif hari ini sebanyak 3 kasus. Penambahan tersebut berasal dari tindak lanjut program rapid test Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan Swab di Labkesda dan PCR di Laboratorium RSUI sebanyak 3 orang,” tuturnya.

Berkenaan dengan banyaknya informasi terkait kebijakan dalam masa Covid-19, Idris juga meminta kepada seluruh elemen untuk mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan pemerintah, sehingga tidak menimbulkan kebingungan di tengah warga.

“Saat ini Kota Depok masih dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga protokol yang digunakan adalah protokol PSBB,” jelasnya.

Selanjutnya, katanya lagi, berdasarkan kesepakatan Forkopimda, Kota Depok saat ini sedang mengajukan perpanjangan PSBB hingga 4 Juni 2020 dan masih menunggu respon kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Segala alternatif kebijakan telah kami siapkan, karena perkembangannya sangat dinamis, baik data real perkembangan kasus maupun kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, demikian pula sinergi kebijakan antardaerah di Jabodetabek,” paparnya.

Pihaknya juga meminta kepada seluruh elemen untuk memaklumi kondisi ini, demi keamanan dan keselamatan semua.

“Lebih baik kita berhati-hati dengan analisis dan kebijakan yang matang daripada kita tergesa-gesa tetapi berdampak buruk untuk semua,” pungkasnya.

(eru)