Jurus Silat Jalan Enam, Beladiri Mematikan dari Sawangan Depok

Ilustrasi jurus silat Jalan Enam (Istimewa)
Ilustrasi jurus silat Jalan Enam (Istimewa)

DepokToday- Silat adalah seni beladiri asli Indonesia. Aliran ini pun berkembang dan bahkan setiap daerah punya ciri khas jurus andalannya masing-masing. Di Depok sendiri, jurus silat yang cukup terkenal adalah Jalan Enam.

Data yang dihimpun menyebutkan, seni beladiri itu sampai sekarang masih terawat dengan baik karena dianggap efektif. Bahkan banyak yang percaya, hanya dengan enam gerakan bisa membuat lawan tak berkutik.

Salah satu perguruan yang menguasai aliran tersebut adalah Perguruan Pencak Silat MS Jalan Enam di Sawangan, Depok.

Mengutip dari berbagai informasi, seni beladiri itu lahir dari seorang jawara di wilayah Pengasinan, Depok.

Pada era 60-90 an, daerah tersebut memang dikenal sebagai kampungnya para jawara. Salah satu tokoh terkenal dan menjadi panutan warga Kelurahan Pengasinan,  yaitu H Alih Yakub.

Sejarah Silat dari Depok

Perguruan Pencak Silat MS Jalan Enam Pengasinan dilatar belakangi akurasi sejarah yang kokoh dengan kronologis dan historis yang jelas.

Disitat dari inilahdepok, bahwa jauh sebelum dicetuskannya proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada tahun 1901, seorang putra bangsa asli kelahiran pengasinan berinisial M, memulai kiprahnya belajar dan memperdalam ilmu beladiri dari satu sampai enam guru.

Kemudian, M memadukan jurus yang satu dengan yang lainnya dan terciptalah Jurus Jalan Enam, yang pada itu dikenal dengan istilah main pukul atau lebih popular dengan sebutan silat Pengasinan.

Baca Juga: Merinding, Pria Ini Besuk Teman di RSK Tayu, Padahal Bangunan Kosong

Setelah tujuh tahun Indonesia merdeka, bermotivasi untuk mempertahankan bumi pertiwi dengan berlandaskan semangat dan keyakinan yang tinggi, sang pendiri memulai menyebar luaskan silat pengasinan dari satu tempat ke tempat yang lain, sampai kepelosok wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

Dengan semakin banyak pengikutnya terlintas kekhawatiran, maka dengan olah pemikirannya sendiri agar dan saling untuk mengenal satu sama lainnya, dibuatlah cincin-cincin tembaga bertuliskan MS, M berarti Misar dan S berarti Siban, nama dari seorang yang selalu memotivasi perjuangannya.

Pendekar Silat Jalan Enam Dipanggil ke Istana

Mencermati perkembangan nya, putra sulung alm. Misar, H.Alih Yakub sebagai pewaris pertama generasi kedua berupaya meneruskan perjuangannya, dengan dibantu oleh para tokoh persilatan dan rekan-rekan serta pemerhati seni beladiri lainnya, maka pada 16 Februari 1978 berhasil memprakarsai pembentukan organisasi dan berdirilah Perguruan Pencak Silat MS Jalan Enam Pengasinan.

Dengan berdirinya perguruan tinggi silat ini, H. Alih Yakub dengan segala kesederhanaannya tersimpan rasa kebanggaan saat dia bersama rekan-rekannya diterima di Istana Negara.

Empat tahun setelahnya didirikannya MS Jalan Enam Pengasinan dinilai sudah memenuhi ketentuan dan sejajar dengan perguruan lain, maka pada 10 Januari 1982 bertempat di Kelurahan Pengasinan Sawangan Kota Depok, secara resmi keberadaannya dikukuhkan oleh Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), Bapak H.Edy Nalapraya yang sekaligus melantik kepengurusan pusat Perguruan Pencak Silat MS Jalan Enam Pengasinan. (rul/*)