Juluki Jokowi King of Lips Service, Akun Pribadi Anggota BEM UI Diretas

BEM UI kritisi kinerja Presiden Jokowi. (DepokToday.com)
BEM UI kritisi kinerja Presiden Jokowi. (DepokToday.com)

DEPOK – Anggota BEM UI mendapatkan serangan pribadi setelah mengkritik pemerintah dengan menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai “King of Lips Service”.

Serangan yang diterima melalui digital tersebut diakui oleh Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra melalui akun twitternya @Leon_Alvinda. Dalam akun tersebut, Leon memposting adanya upaya pihak lain untuk meretas akun Whatsapp pribadinya.

“Saat ini WhatsApp saya tidak bisa dibuka karena sedang diretas. Jika ada pesan dari HP maka bukan saya yang mengirim,” tulis Leon dalam akun twitternya yang diunggah pada Senin 28 Juni 2021 pukul 11.04.

Leon juga mengaku, selain akun Whatsapp pribadinya, upaya peretasan juga terjadi pada akun Telegramnya. Namun menurutnya itu bisa diantisipasi karena adanya pemeberitahuan terlebih dahulu dari penyedia sosmed.

Baca Juga : Rektorat Panggil Sejumlah BEM UI Terkait Meme Jokowi

“Permintaan masuk baru. Halo Leon Putra, kami mendeteksi adanya permintaan masuk ke akun anda dari perangkat lain pada 28/06/2021 pukul 03:40:09 UTC. Perangkat : Telegram Android, 7.7.2, Xiaomi m2003j15sc, Android, 10Q (29) Lokasi : Singapore, Singapore (IP = 103.107.199.195).” tulis tangkapan layar akun Telegramnya yang ikut diposting Leon.

Leon menambahkan, selain akun pribadi miliknya, ia juga mencuit, kalau akun pribadi sejumlah anggota BEM UI juga mengalami peretasan diantaranya akun WhatsApp Kepala Biro Hubungan Masyarakat BEM UI, akun WhatsApp Wakil Ketua BEM UI, upaya peretasan akun Telegram Koordinator Bidang Sosial Lingkungan BEM UI dan akun Instagram Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI.

BEM UI Kritik Jokowi

Sebagai informasi, BEM UI melalui akun Instagram mereka @bemui_official, memberi gelar Jokowi dengan sebutan “King of Lips Service”. Alasannya, karena Jokowi dinilai sering tak konsisten dalam ujarannya.

“Jokowi kerap kali mengobral janji manisnya, tetapi realitanya kerap kali juga tak selaras. Katanya begini, faktanya begitu,” tulis akun Instagram @bemui_official, pada Sabtu, 26 Juni 2021.

Akibat postingan itu juga, Rektorat Universitas Indonesia memanggil pimpinan BEM UI untuk berbicara dengan Direktur Kemahasiswaan UI. Alasannya karena BEM UI melanggar peraturan tentanga kebebasan berpendapat.

“Yang kita harapkan ketika menyampaikan hal tersebut tidak melanggar peraturan, tidak ada koridor hukum yang dilanggar. Tapi saat mereka posting ini, kami lihat yang mereka sampaikan lewat meme ini bisa menimbulkan pelanggaran dalam beberapa hal,” kata Kepala Biro Humas UI, Amelita Lusia. (ade/*)