Jokowi Sumbang Pemikirannya Untuk Pengentasan Pandemi Global

Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat memberikan pidato dalam Sidang Dewan Ekonomi dan Sosial PBB, Rabu 14 Juli 2021. Foto: Tangkapan layar akun youtube Sekretariat Presiden.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat memberikan pidato dalam Sidang Dewan Ekonomi dan Sosial PBB, Rabu 14 Juli 2021. Foto: Tangkapan layar akun youtube Sekretariat Presiden.

JAKARTA – Presiden Joko Widodo atau Jokowi sampaikan empat pemikirannya saat memberikan pidato dalam Sidang Dewan Ekonomi dan Sosial PBB sebagai upaya pengentasan pandemi COVID-19 global.

Menurut Jokowi, pandemi COVID-19 yang sedang melanda dunia saat ini, membuat berbagai kemajuan yang telah tercapai oleh berbagai negara tergerus. Bahkan bisnis as usual atau bisnis seperti biasa tidak bisa dilanjutkan, pencapaian target SDGs yang hanya tersisa 9 tahun lagi juga semakin sulit.

Sebanyak 255 juta jiwa di dunia kehilangan pekerjaan, 110 juta manusia kembali ke jurang kemiskinan dan diseluruh dunia juga sebanyak 83 hingga 132 juta jiwa terancam kelaparan dan mengalami malnutrisi.

“No country can progress, until all countries progress,” kata Jokowi disiarkan secara streaming melalui akun youtube Sekretariat Presiden, Rabu 14 Juli 2021.

Baca Juga: Jokowi Resmi Berlakukan PPKM Darurat Pada 3-20 Juli 2021

Untuk itu, kata Jokowi, dalam situasi yang sulit seperti ini kerjasama dan solidaritas harus dipertebal, dan inovasi harus ditingkatkan.

“Oleh karena itu saya ingin sampaikan beberapa pemikiran. Pertama, kita harus membuat dunia untuk segera pulih dari pandemi. Vaksin adalah harapan untuk mempercepat dunia keluar dari krisis kesehatan ini,” kata Jokowi.

Jokowi melihat, saat ini kesenjangan akses untuk mendapatkan vaksin masih sangat lebar. Ia pun meminta vaksin sebagai global public good jangan hanya menjadi sebuah slogan, akses yang adil dan merata terhadap vaksin harus dijamin.

“Indonesia mendorong agar kita melakukan percepatan realisasi kesetaraan akses vaksin bagi semua negara, termasuk melalui berbagi dosis lewat Covax Facilities.” kata Jokowi.

“Pemenuhan kebutuhan pendanaan vaksin multilateral, peningkatan produksi vaksin global, termasuk melalui TRIPS waiver, penguatan global supply chains vaksin termasuk menghilangkan hambatan ekspor dan hambatan bahan baku vaksin, dan peningkatan diversivikasi dan volume produksi vaksin termasuk di negara berkembang,” tambahnya.

Kedua, Jokowi menyampaikan, perhatian dan bantuan kepada kelompok rentan harus ditingkatkan. Dampak pandemi COVID-19 mengakibatkan kegiatan perekonomian melambat, seluruh lapisan masyarakat terutama bagi kelompok rentan terdampak.

“Untuk itu jaminan dan perlindungan sosial merupakan bagian penting upaya pemulihan dari pandemi. Di indonesia kami telah alokasikan US$ 28,5 miliar untuk bantuan sosial, tidak kurang dari 9,8 juta unit usaha mikro telah menerima bantuan keberlanjutan usaha,” katanya.

Baca Juga: Jokowi : Wabah COVID-19 Ujian Terberat Bangsa Indonesia

Selanjutnya, Jokowi menyampaikan, perekonomian dunia harus pulih secara bersama-sama. Pertumbuhan positif pada sektor ekonomi di beberapa negara dunia hanya akan bermanfaat jika terjadi secara bersamaan.

“Roda perkonomian dunia harus mulai bergerak bersama tanpa mengorbankan aspek kesehatan. Percepatan pemulihan ekonomi harus dilakukan dengan tetap mengutamakan kesehatan serta pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.

Jokowi mendorong terjadinya investasi dalam pemulihan yang berketahanan, berkeadilan dan hijau.

“A resilient, just, and green recovery. Dukungan negara maju dalam transisi ekonomi hijau di negara berkembang harus diperkuat, pembangunan yang lebih berkelanjutan, inklusif dan pro-poor harus menjadi landasan,” bebernya.

Terakhir Jokowi menekankan, kemitraan global harus diperkuat dalam situasi saat ini. Komitmen kemitraan harus dipertebal, prinsip ‘no one left behind’ harus diwujudkan dalam bentuk nyata.

“Kita harus berkomitmen untuk menghindari ‘me-first policy’ mari kita bangun kepercayaan dan solidaritas untuk mencapai tujuan bersama,” kata Jokowi.

Semangat itu, kata Jokowi, akan dibawa oleh Indonesia pada presidensi G20 Indonesia tahun 2022 dengan tema “Recover Together, Recover Stronger”.

“Visi ini akan mengedepankan semangat kepemimpinan kolektif global untuk pemulihan dari pandemi dan pertumbuhan dunia yang inklusif,” katanya.

Pada penutup, Jokowi juga menegaskan komitmen Indonesia terhadap SDGs tidak surut meski ditengah pandemi COVID-19. Voluntary National Review (VNR) yang ketiga atas capaian SDGs telah disampaikannya melalui forum tersebut.

“VNR Indoneisa diharapkan dapat menjadi masukan bagi dunia untuk pemulihan bersama yang lebih kuat agar dunia dapat meraih masa depan yang jauh lebih baik, build forward better,” tutup Jokwi. (ade/*)