Arief Sebut Jokowi Cium Gelagat Menterinya yang Berkhianat

Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi saat menyampaikan penanganan COVID-19 terkini, di Istana Bogor, 23 Juni 2021. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)
Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi saat menyampaikan penanganan COVID-19 terkini, di Istana Bogor, 23 Juni 2021. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)

JAKARTA- Presiden Joko Widodo atau yang pupoler disebut Jokowi, dikabarkan sudah mencium aroma-aroma pengkhianat dari jajaran menteri di kabinetnya.

Kondisi itu disebut imbas di tengah sulitnya pemerintah yang sedang berjibaku dengan pandemi COVID-19 dan kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat.

Demikian diungkapkan oleh politikus Partai Gerindra, Arief Poyuono. Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, Arief dengan tegas mengimbau kepada jajaran menteri kabinet Jokowi dan Maruf Amin agar tetap solid mendukung pemerintah dalam mengatasi masa sulit seperti sekarang ini.

“Saya berharap jangan ada menteri-menteri di kabinet dan orang-orang lingkaran Jokowi melakukan penghiantan terhadap Jokowi saat pemberlakuan PPKM Darurat dalam penanganan dan penanggulangan COVID-19,” katanya pada Kamis, 8 Juli 2021.

Arief berharap, semua lapisan bisa kompak mengatasi krisis kepercayaan masyarakat serta beban perekonomian yang merupakan dampak dari adanya pandemi COVID-19 di Tanah Air.

“Semua harus kompak jangan ada yang penghianatan di saat pemerintahan Jokowi sedang masuk dalam keadaan krisis kepercayaan oleh masyarakat dan beban perekonomian yang sangat berat,” tuturnya.

Baca Juga: Langgar PPKM Darurat, Ikravany: Lurah Pancoran Mas Harus Diganti!

Seperti diketahui, kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia dikabarkan semakin parah. Bahkan daya tampung rumah sakit sudah berada di titik kritis. Banyak orang yang terjangkit virus ini dan membutuhkan perawatan di rumah sakit terpaksa bertahan di rumah-rumah.

Oleh sebabnya, Arief memberikan masukan kepada para jajaran menteri dan penjabat pemerintah lainnya agar tidak coba-coba mengundurkan diri dan berkhianat kepada Presiden Joko Widodo.

“Jangan ada yang coba-coba mengundurkan diri hanya karena saat ini Jokowi sedang berat beratnya memimpin bangsa dan negara di saat hantaman pandemik COVID-19.”

Pandemi Menyedot Anggaran Negara Era Jokowi

Lebih lanjut Arief mengungkapkan, pandemi sekarang ini telah menyedot anggaran negara untuk diarahkan ke program penanggulangan COVID-19.

Alhasil banyak proyek strategis yang ditunda, yang nilainya ratusan hingga triliunan rupiah. Bagi sebagian menteri dan orang dekat Jokowi, situasi anggaran yang berkurang ini tidak menarik lagi. (rul/*)