Jet Tempur China Manuver ke Republik Tiongkok, Taiwan: Merusak Perdamaian Regional

Ilustrasi pesawat tempur China siap ladeni Amerika di langit (Foto: Istimewa)
Ilustrasi pesawat tempur China siap ladeni Amerika di langit (Foto: Istimewa)

DepokToday – Puluhan jet tempur milik Angkatan Udara China kembali mengintimidasi Taiwan dengan cara terbang ke pertahanan udara negara tersebut.

Sedikitnya 38 jet tempur milik negeri tirai bambu mendatangi sisi barat daya zona pertahanan udara Taiwan atau tepatnya dekat Kepulauan Pratas.

Dilansir Hops.id dari berbagai sumber, data yang disampaikan Kementerian Pertahanan Taiwan, China mengerahkan 26 jet tempur J-16, 10 jet tempur Su-30, dua pesawat peringatan anti-kapal selam Y-8 dan satu pesawat peringatan dini dan kontrol udara KJ-500.

Puluhan jet tempur itu terekam dalam peta yang diperlihatkan oleh Kementerian Pertahanan Taiwan, nampak di sekitar Pulau Pratas. Jet-jet tempur itu bermanuver saat Rakyat Tiongkok merayakan ulang tahun berdirinya Republik Rakyat China dan seolah ingin memamerkan kekuatan ke Taiwan.

Baca Juga: Adu Nyali, Jenderal Militer China Tantang Amerika Duel di Langit

Dengan intimidasi yang dilakukan militer China tersebut, secara otomatis ketegangan kedua negara ini kian memanas.

Taiwan pun tidak tinggal diam melihat itu, dari laporan CNN, Senin 4 Oktober 2021, angkatan udara Taiwan mengirim sejumlah pesawat tempur, mengeluarkan peringatan radio, dan mengerahkan sistem rudal pertahanan udara.

Sejauh ini China belum mengomentari unjuk kekuatan terbarunya. Namun ini mengingatkan peristiwa pada Juni lalu, di mana hal yang sama dilakukan oleh China. Mereka mengirim 28 pesawat tempurnya ke Taiwan.

Tiongkok sendiri telah meningkatkan tekanan militer dan politik untuk mencoba dan memaksa Taiwan menerima kedaulatan Tiongkok. Sementara Taiwan mengatakan mereka adalah negara merdeka dan akan mempertahankan kebebasan dan demokrasi.

“Tiongkok telah terlibat secara serampangan dalam agresi militer, merusak perdamaian regional,” kata Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang kepada wartawan, seperti dikutip Reuters.

Sementara itu, pada blok sekutu, Amerika Serikat dalam sebuah kesempatan mengeluarkan pernyataan siap pasang badan untuk Taiwan. Hal itu disampaikan langsung Departemen Luar Negeri AS.

“Amerika Serikat sangat prihatin dengan aktivitas militer provokatif Republik Rakyat China di dekat Taiwan, yang membuat tidak stabil, berisiko salah perhitungan, dan merusak perdamaian dan stabilitas regional.”

“Kami mendesak Beijing untuk menghentikan tekanan dan paksaan militer, diplomatik, dan ekonominya terhadap Taiwan,” katanya.

Departemen tersebut juga mengatakan, itu adalah komitmen AS untuk Taiwan dalam rangka berkontribusi pada pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan di dalam kawasan. (ade/*)