Jendela Pesawat Berbentuk Bulat, Ternyata Alasannya Tak Sembarangan

Pesawat Sriwijaya Air.(Foto: Istimewa)

DepokToday– Menikmati keindahan pemandangan dari balik jendela saat pesawat terbang di angkasa adalah pengalaman yang mengesankan. Namun, tahukah kamu mengapa bentuk jendela pesawat oval atau bulat bukannya persegi?

Ternyata bentuk jendela oval bukan lantaran rancangan estetika atau dibuat secara sengaja, melainkan ada peristiwa tragis dengan dua kecelakaan dalam waktu berdekatan.

Melansir NZ Herald pada tahun 1952, de Havilland Comet dari Inggris menjadi penerbangan komersial terjadwal pertama dengan kabin bertekanan dan mesin turbojet yang memungkinkannya terbang lebih tinggi dan lebih cepat daripada pesawat lain pada saat itu.

Hanya satu tahun kemudian Comet dianggap sukses oleh global. Majalah sains dan teknologi ‘Popular Mechanics’ mengklaim pesawat Inggris tiga sampai lima tahun di depan pesawat jet lainnya di seluruh dunia.

Pada 10 Januari 1954, penerbangan 781 berangkat dari Bandara Ciampino Roma dengan 35 penumpang dan awak, menuju London. Jet terbang selama kurang lebih 15 menit sebelum retak di langit dan jatuh ke Laut Mediterania. Tidak ada penumpang yang selamat.

Beberapa bulan kemudian, 21 penumpang mengalami nasib yang sama terbang dari London ke Johannesburg dengan penerbangan South African Airways 201. Mayat yang ditemukan menunjukkan luka yang sama di kepala dan paru-paru seperti pada penerbangan 781.

Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui bahwa faktor umum kecelakaan adalah jendela persegi.

Tekanan terkonsentrasi di empat sudut setiap jendela, berkontribusi terhadap kelelahan logam, yang menyebabkan pesawat meledak secara eksplosif di udara.

“Sudut membulat dirancang untuk membantu mendistribusikan tekanan yang diberikan pada jendela secara merata, mengurangi kemungkinan jendela retak di bawah tekanan udara yang berubah,” kata Willis Orlando, Spesialis Operasi Produk di Scott’s Cheap Flights.

Perubahan Desain Jendela Pesawat

Setelah penyelidikan kecelakaan itu, de Havilland membuat beberapa perubahan desain, termasuk jendela bundar yang memungkinkan tekanan mengalir secara merata.

Perubahan ini juga penting karena pesawat perlu terbang lebih tinggi dan lebih cepat untuk membatasi penggunaan bahan bakar yang tidak perlu dan lebih hemat biaya. Itulah fakta tentang alasan jendela pesawat harus bulat bukan persegi. (lala/*)