Alhamdulillah, Jemaah Haji dan Umrah Penerima Vaksin Sinovac Bisa Jalani Ibadah, Asal..

Suasana ibadah haji sebelum pandemi COVID-19 (Istimewa)
Suasana ibadah haji sebelum pandemi COVID-19 (Istimewa)

DepokToday – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan calon jemaah haji dan umrah yang sudah menerima vaksin COVID-19 Sinovac bisa melaksanakan ibadah itu.

Meski dibolehkan, pemberlakuan karantina bagi jemaah haji dan umrah  yang baru sampai di Arab Saudi dilakukan.

“Sampai sekarang memang Sinovac bisa dipakai, tapi harus ada karantina. Jadi karantina lima hari kemudian bisa melakukan ibadah,” jelas dia dalam konfrensi pers evaluasi PPKM, seperti dilansir dari Kompas.com.

Selain itu, Budi juga menjelaskan kedekatannya dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi yang baru dilantik, Tawfiq bin Fawzan Al Rabiah. Dirinya kerap melakukan komunikasi melalui telpon dan juga pernah bertemu langsung ketika keduanya berada di Roma, Italia.

“Sekadar informasi saja, memang baru saja terjadi pertukaran menteri di Arab Saudi, kebetulan menteri hajinya baru dan itu adalah bekas menkes. Jadi teman saya itu baru dipromosikan jadi menteri haji dari menteri kesehatan. Saya sudah beberapa kali melakukan pembicaraan via telpon dan meeting sekali di Roma dengan beliau. Beliau memang janji untuk membantu,” ungkap dia.

Jemaah Haji dan Umrah kembali Bisa Beribadah

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengumumkan, jemaah haji dam umrah asal Indonesia bisa kembali melaksanakan ibadah ke Arab Saudi.

Berdasarkan nota diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pada 8 Oktober 2021, Retno menginformasikan bahwa komite khusus di kerajaan Arab Saudi sedang melobi segala hambatan yang menghalangi kemungkinan tidak dapatnya jemaah umrah Indonesia untuk melakukan ibadah tersebut.

Baca Juga: Seorang Siswa Terpapar COVID-19, PTMT SMPN 10 Dihentikan

“Kedutaan sudah menerima informasi dari pihak yang berkompeten di Kerajaan Saudi Arabia perihal peraturan dimulainya kembali pelaksanaan umrah bagi jemaah umrah Indonesia,” ujar Retno belum lama ini.

Dalam nota diplomatik Kedutaan Arab Saudi, terdapat pembahasan mengenai prosedur serta persyaratan kesehatan untuk mengikuti umrah saat ini sudah mencapai tahap akhir.

Retno mengatakan, pemerintah Arab Saudi akan mempertimbangkan ketentuan karantina jemaah umrah selama 5 hari, bagi yang tidak memenuhi standar kesehatan yang sudah ditetapkan. (lala/*)