Jelang Pilkada, Polri Gempur Depok dengan Rapid Test

0
291
Rapid test massal di Polres Metro Depok (istimewa)

MARGONDA– Markas Besar (Mabes) Polri menggelar rapid test secara massal di Kota Depok, Jawa Barat. Pemeriksaan dilakukan lantaran beberapa faktor, salah satunya karena angka penyebaran COVID-19 yang masih cukup tinggi di kota tersebut.

Dirbintibmas Kabarhakam Polri, Brigjen Polisi Tajudin mengungkapkan, selain rapid test dan pemeriksaan swab, pihaknya juga membagikan ribuan paket sembako dan melakukan khitanan massal terhadap sejumlah anak di Kota Depok. Ia mengaku, kegiatan tersebut dalam rangka pengamanan kesehatan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang jatuh pada 9 Desember 2020.

“Rekan-rekan perlu diketahui, kegiatan ini dilakukan dalam rangka pilkada kedepan agar pada pelaksanaan-nya berjalan baik, masyarakat pun harus menyadari pentingnya menjaga kesehatan,” katanya saat di temui dilokasi bakti sosial di lapangan utama Polres Metro Depok pada Sabtu, 25 Juli 2020

Ketika disinggung ada berapa titik rawan konflik pilkada, Tajudin mengaku, pihaknya telah melakukan pemetaan, namun hal itu belum bisa dijelaskan secara rinci karena masih dalam proses pemeriksaan.

“Kalau masalah kerawanan memang sudah dipetakan, tapi masih dalam proses terus, terutama hal-hal yang rawan kita antispasi dari awal.”

Tajudin memberi bocoran, ada beberapa wilayah yang sudah terpetakan, di antaranya Jakarta Selatan (Jaksel) dan Depok. “Jaksel dan Depok ada perhatian khusus karena masalah COVID dan pilkada,” tuturnya di dampingi Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah

Terkait hal itu, Tajudin menegaskan, Polri bersama TNI dan sejumlah instansi terkait akan melakukan pengamanan ekstra.

“Untuk pengamanan kita sesuaikan dengan kerawanan daerah, kalau rawan kita pertebal pengamannya,” kata dia

Khusus di saat pandemi seperti sekarang ini, lanjut Tajudin, pengaman pilkada juga akan ditingkatkan dari sisi siber atau patroli secara online.

“Apabila ada berita-berita hoax itu mereka (tim siber) yang menangkap. Jadi kami harapkan masyarakat tidak mempercayai berita-berita hoax, karena kita ada tim siber. Kita tetap antisipasi apapun yang terjadi, dan karena saat ini masa pandemi maka kita antispasi semua.”

Di tempat yang sama, Kapusdokes Mabes Polri, Brigjen Rusdi mengatakan, pada hari ini pihaknya menyiapkan sekira 1000 alat rapid test untuk warga Kota Depok. “Jadi bila ada yang reaktif bisa langsung swab. Diharapkan dengan kegiatan ini masyarakat Depok bisa terbantu,” katanya

Selain gencar melakukan pemeriksaan, Rusdi mengaku pihaknya juga aktif dalam penanganan, seperti menyiapkan Rumah Sakit Brimob sebagai rujukan untuk penderita COVID-19.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna yang juga turut hadir dalam kegiatan itu mengatakan, kegiatan ini sangat dibutuhkan warga, mengingat sampai saat ini kasus penyebaran COVID-19 masih rentan terjadi.

“Kami atas nama pemerintah Kota Depok dan warga Kota Depok menghaturkan ribuan terimaksih pada polri, karena ini sangat membantu sekali ditengah meningkatnya kasus COVID-19 di Kota Depok,” katanya

Pradi mengungkapkan, dari 11 kecamatan yang ada di Kota Depok, masih ada beberapa wilayah dengan tingkat kasus COVID-19 yang cukup tinggi.

“Terutama di wilayah-wilayah yang terjadi kerumunan massa, entah itu pasar maupun rumah sakit. Tapi tetap kami antisipasi dan sosiliasi untuk mengatasi persoalan ini.”

Lebih lanjut dirinya menegaskan, gerakan bermasker yang dicanangkan Pemerintah Kota Depok saat ini tidak hanya sebatas sosialisasi tapi juga telah mengarah pada tindakan sanksi bagi setiap pelanggarnya.

“Gerakan bermasker bukan hanya gerakan atau imbauan, tapi kami lakukan sanksi tegas, kami bekerjasama degan polri,” katanya

Untuk diketahui, kasus konfirmasi positif COVID-19 di Kota Depok pada Jumat 24 Juli 2020, tercatat mengalami kenaikan sebanyak 25 kasus dengan total sampai saat ini telah mencapai 1.057 orang.

Penambahan tersebut berasal dari program rapid test Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan swab dan PCR di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Depok sebanyak 16 kasus, 3 kasus merupakan informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Kemudian, 3 kasus merupakan informasi dari BBTKLPP Jakarta, 2 kasus merupakan informasi dari RS Universitas Indonesia dan 1 kasus merupakan informasi dari RSUD Kota Depok.

Untuk pasien sembuh mengalami penambahan sebanyak 19 orang, dengan total keseluruhan sampai saat ini yaitu 822 orang. Sedangkan meninggal dunia masih sama dengan sebelumnya, yakni 40 orang. (rul/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here